Breaking News

Terkait Penetapan Tersangka Tgk Zahidin

Kuasa Hukum: Kami Menduga Ada Persekongkolan Jahat

Kuasa Hukum: Kami Menduga Ada Persekongkolan Jahat
Zulkifli. Foto Ist/Ajnn.net

Meulaboh | Zulkifli, SH, kuasa hukum Tgk. Zahidin alias Tgk. Janggot bersuara lantang, menanggapi penetapan tersangka kliennya oleh Polres Aceh Barat.

Melalui sambungan telepon, Selasa (26/1/2021), Zulkifli mengaku penetapan tersangka Tgk. Janggot prematur.

Zulkifli juga menilai, penetapan status tersangka kliennya itu, seperti cara Orde Baru menyelesaikan perkara.

“Seharusnya zaman reformasi tidak boleh seperti ini,” tegas Zulkifli yang mengaku sedang di Aceh Barat Daya (Abdya).

Kuasa hukum Tgk. Janggot ini mengatakan, diduga ada persekongkolan jahat dalam penetapan tersangka.

“Kenapa? Ada bukti di kami bahwa ada kuasa hukum, ada penyidik, ada ahli bertemu di salah satu warung kopi di Banda Aceh,” tegas Zulkifli.

Tak hanya itu, jelas Zulkifli saat gelar perkara atas laporan Bupati Aceh Barat Ramli MS terhadap Tgk. Janggot, kuasa hukum pelapor hadir. “Saya juga ada di Polres saat itu, tetapi saya tidak diundang,” kata Zulkifli.

Zulkifli menjelaskan, klien ditetapkan sebagai tersangka karena Tgk. Janggot pergi ke pendopo. Seharusnya sebut Zulkifli, laporan pertama dulu yang diadili. “Kalau penganiayaan terbukti atau tidak terbukti, baru proses LP 81,” papar Zulkifli.

Itu sebabnya lanjut kuasa hukum Tgk. Janggot, terkait dugaan kajadian di Pendopo Bupati Aceh Barat adalah delik aduan alias bukan delik umum. Maka dalam laporan Tgk. Janggot, terlapor menonjok dan rekanan pegang kursi.

Karena itu, untuk menetapkan terlapor sebagai tersangka, polisi sudah ada empat alat bukti, baik saksi, surat visum, ahli dan juga ada petunjuk (video).

Saat disinggung media ini apakah ditempuh pra peradilan atau tidak di balik penetapan Tgk. Janggot sebagai tersangka. Zulkifli mengaku akan dipertimbangkan.

“Tetapi langkah itu sudah kita pertimbangkan dan bagaimana langkah berikutnya. Untuk sementara bahan-bahannya sudah siap, nanti akan kita bahas pada bab selanjutnya,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Aceh Barat AKP Parmohonan Harahap, Selasa (26/1) tidak bimbang jika penetapan Tgk. Janggot sebagai tersangka dipraperadilankan.

“Kalau mau pra peradilan ajukan saja di pengadilan, kita siap,” tegas Kasat Reskrim Polres Aceh Barat.***

Komentar

Loading...