Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

KPA Wilayah Peureulak Desak Pemerintah Pusat Realisasi Seluruh Butir MoU Helsinki

KPA Wilayah Peureulak Desak Pemerintah Pusat Realisasi Seluruh Butir MoU Helsinki

Aceh Timur | Sejumlah mantan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang tergabung dalam Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Peureulak mendesak pemerintah pusat segera merealisasikan seluruh butir-butir Moratorium of Understanding (MoU) Helsinki.

Ini merupakan kesepakatan damai antara Pemerintah pusat dengan GAM yang pernah ditandatangani kedua belah pihak di Filandia pada 15 Agustus 2005 silam.

Ketua KPA Wilayah Peureulak Hamdani Hasan (Wakdan) melalui mantan Komandan Operasi GAM Wilayah Peureulak Zulfadli Aiyub, yang sering disapa dengan Kupiah Seuke mengatakan. Dalam MoU Helsinki tertuang kepentingan Aceh yang lebih besar menuju kesejahteraan segenap rakyat yang ada di Aceh.

"Bukan saja persoalan pembagian hasil 70 persen untuk Aceh, tetapi  lebih dari itu, termasuk persoalan lambang Aceh, bendera Aceh, juga hak pengelolaan Sumber Daya Alam Aceh seperti minyak dan gas.

Sekain itu, hasil alam Aceh lainnya harus dikelola semaksimal mungkin demi kesejahteraan rakyat Aceh. "Karena itu kami mendesak pemerintah pusat agar semua butir-butir MoU dapat semua direalisasikan agar Aceh bisa bangkit menuju kesejahteraan dalam kedamaian," kata Kupiah Seuke.

Masih kata Kupiah Seuke, damai hari ini merupakan anugerah dari Allah, setelah Aceh dilanda konflik hampir 30 tahun lamanya. Hadirnya perjanjian damai yang ditandatangani pada 15 Agustus 2005 lalu, mengakhiri konflik antara Aceh dengan Jakarta.

Dan butir-butir perjanjian itu dituangkan dalam UU No 11 tahun 2006, tentang Pemerintah Aceh. Untuk itu agar Aceh tetap damai menuju kesejahteraannya maka butir-butir MoU itu harus direalisasikan sehingga kemakmuran bagi rakyat bisa segera terwujud. 

"Untuk itu demi sebuah perdamaian yang telah sama-sama kita capai ini agar terus abadi di bumi Aceh ini, hendaknya pemerintah pusat merealisasi semua butir penjanjian itu demi kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyat Aceh, sehingga rakyat tidak merasa terkhianati lagi dengan janji-janji. Aceh pun bisa terus bangkit, dan maju dalam mengejar ketertinggalannya selama ini," kata Kupiah Seuke kepada media ini usai acara zikir dan doa bersama pada Milad GAM, Rabu (4/12/2019).***

Komentar

Loading...