PON XX-2020 Terancam Batal

KONI Aceh Tetap Laksanakan Pelatda

KONI Aceh Tetap Laksanakan Pelatda
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 yang akan digelar di Provinsi Papua, 20 Oktober hingga 2 November 2020 terancam batal dan ditunda karena pandemi wabah Covid-19. Namun, KONI Aceh tetap melaksanakan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Aceh untuk para atlet.

Informasi tersebut, disampaikan Ketua Umum KONI Aceh, H. Muzakir Manaf (Mualem) dalam temu pers di Kantor KONI Aceh, Jalan H. Dimurthala No.1, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Rabu.

Katanya, Pelatda sentralisasi akan dilaksanakan selama satu bulan, terhitung sejak 19 April sampai 14 Mei 2020 dan pelaksananya diserahkan kepada masing-masing pengurus provinsi cabang olahraga (Pengprov Cabor) dengan memperhatikan pembatasan secara ketat sesuai protokol cegah Covid-19.

Tak hanya itu, apabila kondisi pandemi Covid-19 ini sudah dinyatakan aman, maka KONI Aceh akan mendatangkan pelatih dari luar negeri untuk menangani atlet cabang Panahan dan Muaythai. Saat ini jumlah keseluruhan atlet dan pelatih peserta Pelatda PON XX berjumlah 131, pelatih Aceh (43) dan 8 pelatih nasional.

Saat Pelatda desentralisasi, KONI Aceh akan memberikan fasilitas kepada atlet dan pelatih berupa uang saku, extra fooding, dan vitamin. Sedangkan pada pelaksanaan Pelatda sentralisasi ditambah biaya uang cuci, konsumsi dan akomodasi. KONI Aceh juga telah mendaftarkan seluruh atlet dan pelatih pada BPJS Ketenagakerjaan.

“Uang saku tergantung pada atlet yang telah memenangkan mendali. Misal emas akan mendapatkan uang saku Rp 4.5 juta dan extra poding Rp 900 ribu,” ungkapnya.

Khusus cabang olahraga yang atletnya lebih dari 5 orang, pelaksanaanya dilakukan di dua tempat terpisah. Khusus pada cabang olahraga sepakbola pola pelaksanaan Pelatda akan dikoordinasikan kembali dengan Asprov PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) Aceh, agar dalam pelaksanaanya tidak melanggar protokol cegah Covid-19.

Namun, KONI Aceh akan membatalkan seluruh kegiatan uji tanding dan berlatih di luar negeri karena kondisi pandemi Covid-19 yang belum dapat diperkirakan akan berakhir di negara-negara tersebut.

“Seluruh atlet, pelatih nasional dan pelatih asing yang mengikuti Pelatda sentralisasi akan diupaya dilakukan rapid test laboratorium terkait Covid-19 yang nantinya akan bekerjasama dengan Universitas Syiah Kuala dan lembaga lain berkompeten, yang akan dikoordinir tim medis KONI Aceh,” katnya.

Selain itu, bagi atlet dan pelatih yang meraih medali pada Pra PON XX dan Porwil-X tahun 2019 di Bengkulu, KONI Aceh akan mengupayakan pembayaran bonus kepada atlet tersebut dalam waktu segera.

Nah, sebelumnya berdasarkan hasil pelaksanaan babak kualifikasi PON XX tahun 2020 (Pra PON XX dan Porwil X) tahun 2019 lalu, KONI Aceh telah berhasil meloloskan atlet 131 atlet dari 25 cabang olahraga.

KONI Aceh tahun ini menetapkan dua katagori Pelatda. Pertama cabang olahraga yang lolos dengan perolehan medali dengan masa Pelatda 8 bulan terdiri dari;  2 bulan Pelatda desentralisasi yang dimulai 17 Februari sampai dengan 18 April 2020 dan 6 bulan Pelatda sentralisasi yang dimulai 19 April sampai dengan 18 Oktober 2020.

Pelatda katagori pertama diikuti 15 cabang olahraga yaitu, anggar (8) atlet, angkat besi (3), Atletik (8), biliyard (1), kempo (2), menembak (5), muaythai (8), panahan (8), panjat tebing (3), pencak silat (3), renang (2), sepak bola (20), taekwondo (2), tarung derajat (12), dan wushu (1) atlet.

Kedua, adalah cabang olahraga yang lolos tanpa medali dengan masa pelatda 5 bulan terdiri dari: satu bulan Pelatda desentralisasi yang dimulai tanggal 20 Mei 2020 dan empat bulan Pelatda sentralisasi yang dimulai dari tanggal 20 Juni sampai dengan 18 Oktober 2020.

“Pelatda katagori kedua diikuti 10 cabang olahraga, yaitu bermotor (4), dayung (8), layar (1), ruby (24), selam (1), senam (1), sepak takraw (2), sepatu roda (2), terjun paying (1), dan judo (1),” sebut Mualem.***

Komentar

Loading...