Kong Kali Kong Korupsi yang Menjerat Wadir RSUD Langsa

Kong Kali Kong Korupsi yang Menjerat Wadir RSUD Langsa

Langsa | Kejaksaan Negeri Langsa resmi menahan Wakil Direktur Administrasi (ADM), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa Azahar Pandapotan.

Dia terjerat kasus pengadaan mesin genset 500 KVA dan instalasi pada RSUD iji tahun 2016 lalu.

Bersama Azhar Pandapotan, petugas turut menahan 3 orang lainnya yakini DI anggota Pokja, DS selaku Direktur CV Indodaya Bio Mandiri dan ST Direktur CV Serasi Nusa Indomec, Selasa (29/10/2019) kemarin.

Penahanan itu sangat erat kaitannya dengan pratik kong kali kong saat pemenangan proyek Rp1,8 miliar yang didanai dari APBK Kota Langsa tahun 2016.

Kepala Kejaksaan Negeri Langsa Ikhwan Nul Hakim, SH kepada media mengatakan. Dari tiga harga pembanding dalam lelang itu yakni CV. Satya Abadi, CV. J&J Powerindo serta CV. Indojaya Sinergi, adalah tidak benar sebagai harga pembanding.

Kajari menambahkan, karena setelah dilakukan pemeriksaan secara maraton di akui bahwa,  proses lelang yang dilakukan Pokja DI, atas perintah atasannya yakni PPK Wadir ADM RUSD berinisial AP. Dia meminta untuk menyiasatinya.

Tujuannya, agar ada bintang dalam pengadaan tersebut dan akan di hubungi Sutrisno.

"Selanjutnya sudara Sutrisno menghubungi DI agar saling mengirim data-data penawaran melalui e-mail. Karena saat melakukan penawaran Sutrisno memiliki perusahan sendiri yakni CV Serasi Nusa Indomec, kemudian meminjam perusahaan dari Medan yaitu CV. Jovi Kurnia, sedangkan yang dimenangkan yaitu CV. Indojaya Bio Mandiri dengan Direktur Dony Sukma, yang masih rekanam Sutrino," sebut Kajari Langsa.

Akibat praktik kong kali kong dalam  upaya untuk memenangkan perusahaan tertentu ini, telah terjadi kerugian negara Rp 269.675.190 rupiah, berdasarkan LHP BPK RI No 28/LHP/XX/2019 tanggal (16/9/2019).

Saat ini keempat tersangka resmi ditahan di LP kelas ll B Langsa, selama 20 hari, dari 29 Oktober sampai 17 November mendatang.

"Penahanan ini dilakukan menghindari upaya melarikan diri serta penghilangam barang bukti," sebut Ikhwan Nul Hakim.

Sebelum dieksekusi keempat tersangka ke LP kelas ll B, Walikota Langsa Usman Abdullah yang akrab disapa Toke Su-um sempat mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Kota Langsa dan masuk dalam ruang kerja Kajari.

Kedatangan Walikota Langsa itu, diduga erat kaitannya dengan kasus yang sedang ditangani Tim Kejaksaan Negeri

"Beliau datang hanya bersilaturahmi dan wajar sebagai pimpinan di suatu daerah, karena ada anak buahnya juga," kata Kajari.

Sejauh ini media MODUSACEH.CO belum mendapatkan pernyataan resmi dari Walikota Langsa Usman Abdullah, terkait kedatangan dan tanggapannya, atas penahanan Wadir RSUD Langsa, dan saat dihubungi, Kamis (31/10/2019) melalui WhatsApp tidak kunjung terjawab.***

Komentar

Loading...