Konflik PNA Semakin Tajam, Irwandi Pecat Tiyong dan Falevi

Konflik PNA Semakin Tajam, Irwandi Pecat Tiyong dan Falevi
Foto: Ist

Banda Aceh | Kabar tak sedap tentang pemecatan Samsul Bahri alias Tiyong dan M. Rizal Falevi Kirani ke KIP Aceh, akhirnya terwujud sudah. 

Informasi ini diketahui, setelah Ketua Umum Partai Nanggroe Aceh (PNA) Irwandi Yusuf mengirim surat kepada pimpinan DPR Aceh, melalui suratnya, Nomor: 018/SP/DPP/IX/2019, tanggal 25 September 2019.

Isinya, Irwandi menyampaikan pemberitahuan tentang pemberhentian Samsul Bahri bin Amiren dan M. Rizal Fahlevi Kirani sebagai anggota PNA.

"Pemberitahuan ini disampaikan kepada Bapak agar dapat disikapi dengan baik dan diambil tindakan yang patut, menurut aturan perundang-undangan yang berlaku," tulis Irwandi dalam suratnya tersebut.

Sementara itu, Ketua Harian DPP PNA versi Irwandi Yusuf, Darwati A. Gani, beserta sejumlah pengurus, kabarnya mengantar sendiri surat pemberitahuan pemecatan Tiyong dan M. Rizal Falevi Kirani kepada KIP Aceh di Banda Aceh.

Divisi Teknis KIP Aceh, Munawarsyah kepada media pers, Jumat kemarin di Banda Aceh membenarkan bahwa Darwati telah mengantar surat pemecatan dua kader PNA yang berhasil meraih kursi DPRAceh periode 2019-2024, hasil Pileg 17 April lalu.
 
“Betul, Darwati dan beberapa pengurus yang mengantar surat kepada Ketua KIP Aceh. Surat pemberitahuan dan beberapa surat lainnya. Kami sedang mempelajarinya,” jelas Munawarsyah.

Sebelumnya memang sempat beredar kabar mengenai surat pemecatan terhadap Tiyong dan M Rizal Falevi Kirani. Sebab, sebelumnya kedua mereka juga dipecat Irwandi dari Pengurus DPP PNA.

Sementara itu, Ketua Umum DPP PNA hasil Kongres Luar Biasa (KLB) di Bireuen, Samsul Bahri alias Tiyong mengaku tidak mempersoalkan surat itu.

Dia malah menilai keputusan itu hanya memperlihatkan kepanikan Irwandi. "Irwandi mulai panik," katanya seperti diwartakan Harian Serambi Indonesia, Jumat kemarin.

Bahkan Tiyong tidak begitu yakin dengan surat tersebut. "Saya baru tahu dari berita Serambi dan saya belum terima surat pemecatannya. Jangan-jangan itu hoaks," ujar dia santai.

Menurut Tiyong, masalah keabsahan kepemimpinan PNA biar pengadilan yang memutuskan.

Jika Irwandi tidak mengakui keputusan KLB di Bireuen, Tiyong menyarankan untuk menggugatnya ke pengadilan.

"Biarlah hukum berbicara, apakahsah atau tidak pemecatan saya dari anggota PNA," ujar Tiyong yang juga anggota DPRA terpilih. Rencananya akan dilantik pada 30 September 2019 mendatang.***

Komentar

Loading...