Breaking News

Berlagak Sebagai Pembeli

Komplotan Perampok Barang Grosir Diringkus Polisi

Komplotan Perampok Barang Grosir Diringkus Polisi
Diduga pelaku perampokan (Foto: Din Pasee)

Lhokseumawe I Setelah berhasil merampok 12 rumah toko (ruko) usaha kelontong, komplotan perampok pembawa kabur barang grosir atau penipuan dan penggelapan barang dagangan, akhirnya berhasil diungkap Polres Lhokseumawe.

Aparat penegak hukum ini berhasil meringkus tiga pelaku bersama barang bukti lainnya.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto SIK MH menjelaskan itu saat konferensi pers yang digelar di Gedung Serba Guna di Mapolres setempat, Senin kemarin.

Para pelaku adalah, MS alias Boy (40) warga Syamtalira Aron, Aceh Utara. Dia juga residivis narkoba dan pernah divonis Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon tahun 2008. AZ alias Kecap (33) dan RM alias Ali Dukun (48) warga yang sama dan  residivis pencurian yang divonis Pengadilan Negeri Lhoksukon pada tahun 2000.

Adapun barang bukti yang diamankan, satu unit mobil pickup Grandmax warna hitam, satu unit mobil kijang kapsul krista warna biru, satu unit mobil pickup Isuzu panther, enam zak beras Jongkok isi 15 kg, setengah zak gula pasir 20 kg, 12 buah tabung 3 kg dan satu kotak mie instan.

Kapolres menyebut, modus operandi pelaku berpura-pura memborong belanjaan dengan menggunakan mobil pickup saat mendatangi toko grosir dan mengangkut barang-barang sembako dalam jumlah banyak.

Setelah semua barang diangkut penuh dan ketika korban sibuk menghitung jumlah barang yang harus dibayar, tiba-tiba para pelaku langsung tancap gas dan membawa kabur barang tanpa bayar.

Kapolres menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah sejumlah korban melaporkan kepada jajarannya.

Sehingga tibalah hari naas bagi ketiganya, pekan lalu anggota Sat Lantas yang sedang mengatur lalu lintas melihat ada mobil pick up sedang dikejar pengendara sepeda motor sambil meneriaki "rampok".

Seketika itu, dari dalam mobil tampak pelaku memperlihatkan benda seperti moncong senjata api. Sehingga petugas mencoba menghentikan mobil tersebut dengan melakukan tembakan peringatan ke udara.

"Karena tembakan peringatan sebanyak tiga kali tidak digubris, anggota kita melakukan penembakan ke arah ban mobil. Setelah dilakukan penyelidikan, anggota Satreskrim berhasil menangkap satu pelaku. Setelah dilakukan pengembangan, dua pelaku lagi tertangkap di Kota Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Palembang, Provinsi Sumatera Selatan," paparnya.

Ketiga pelaku akhirnya dihadirkan dalam konfrensi pers bersama sejumlah tersangka dalam kasus lain yang memakai seragam tahanan dengan tangan diborgol.

Kapolres memprediksikan, akibat kejahatan komplotan tersebut, korban menderita kerugian materi berkisar Rp 100 juta lebih. Atas kejahatan yang dilakukan para pelaku terancam hukuman 4 tahun penjara.***

Komentar

Loading...