Komitmen Dukung Investor, BPKS Sediakan Lahan 700 Hektar

Komitmen Dukung Investor, BPKS Sediakan Lahan 700 Hektar

Banda Aceh | Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), berkomitmen mendukung para investor yang akan menanamkan modal di Kota Sabang. Termasuk, siap menyediakan lahan hingga 700 hektar.

Penegasan itu disampaikan Plt Kepala BPKS, Razuardi dalam pertemuan dengan beberapa investor lokal di Kantor BPKS Perwakilan Banda Aceh, Lambhuk, Kecamtan Ulee Kareng, beberapa waktu lalu.

Selain dihadiri jajaran BPKS, acara bertajuk “Metting of Investment” ini juga dihadiri GM Kyriad Hotel, Bambang Pramusinto, GM Arabia Group Hotel, Iwan Wahyudi, Kiswoyo dan Muslim Amirin dari Asosiasi Pengusaha Pariwisata Indonesia (ASPP) Provinsi Aceh, dan jajaran Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA).

Razuardi menjelaskan, saat ini BPKS mempunyai lahan hampir 700 hektar di berbagai tempat, dan mengajak kepada investor untuk dapat memanfaatkan lahan tersebut guna investasi diberbagai bidang.

“Kami punya lahan 700 hektar di Sabang dan Pulau Aceh dengan beberapa lokasi strategis untuk dapat dikembangkan sebagai objek wisata maupun penginapan. Karena itu saya mengajak investor yang berminat untuk memanfaatkan astet BPKS yang ada,” terang Razuardi yang akrab dipanggil Bang Essex.

Atas masukan dari para pelaku wisata tersebut, BPKS akan melakukan langkah-langkah strategis untuk pengembangan kawasan wisata.

Bang Essex juga mempersilahkan para  investor yang berminat menggunakan fasilitas dan aset BPKS, dan mempersilakan langsung berhubungan dengan BPKS, karena akan di fasilitasi dengan cepat.

“Bagi yang berminat berinvestasi di Kawasan Sabang, semua aset BPKS dapat dipergunakan dan kita permudah, jadi jangan ragu untuk melakukan investasi di Kawasan Sabang,” harap Bang Essex

GM Kyriad Meuraya Hotel Banda Aceh, Bambang menyampaikan, sebelumnya group Kyriad sudah menjajaki untuk berinvestasi di Sabang, tetapi kemudian agak khawatir dengan kondisi keamanan dan politik di Aceh sehingga tidak jadi.

Karena itu Bambang meminta adanya jaminan keamanan untuk berinvestasi sebagai keyakinan investor untuk berinvestasi.

”Jika ada jaminan untuk investasi kami akan kaji kembali untuk berinvestasi di Sabang,” ungkap Bambang yang juga senada dengan yang di sampaikan GM Grand Arabia Group Hotel, Iwan Wahyudi.

Sementara itu, Muslim Amirin dari ASPPI mengusulkan agar Sabang move on dari wisata backpacker menjadi wisata keluarga.

Sebab selama ini image Sabang yang telah lama di populerkan para backpacker, selain itu penyediaan akomodasi di Sabang untuk wisatawan juga sangat penting sebagai dukungan.

“Selain membangun infrastruktur BPKS juga perlu untuk membentuk image Sabang sebagai tujuan destinasi wisata yang aman dan nyaman, dengan berbagai fasilitas yang mendukungnya seperti tidak ada wilayah yang kehilangan sinyal  telpon seluler (HP), air bersih yang selalu tersedia, dan kawasan belanja untuk wisatawan,” harap Muslim.***

Komentar

Loading...