Kisah Dana Pokir dan Cerita Tgk Abang Tentang “Jatah Adek Dahlan”

Kisah Dana Pokir dan Cerita Tgk Abang Tentang “Jatah Adek Dahlan”
Rubrik

MODUSACEH.CO I Malam belum begitu larut. Jarum jam pun masih berada pada pukul 21.00 WIB, Selasa, 12 Januari 2021 malam.

Di sudut kota, Kantor Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh (PA) di Kawasan Batoh, Kota Banda Aceh juga masih tampak sepi.

Padahal, malam itu kabarnya ada rapat penting yang akan digelar Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPA Partai Aceh (PA), H. Muzakir Manaf (Mualem) bersama H. Kamaruddin Abu Bakar (Abu Razak).

Tentu, ada anggota dan pimpinan Fraksi PA di DPRA serta tim Monitoring dan Evaluasi (Movev) partai politik lokal tersebut di Aceh ini.

Itu sebabnya, saya coba melintas di sana. Mencari tahu agenda pertemuan yang disebut-sebut amat sangat penting tadi.

Begitupun, hingga pukul 22.00 WIB, rapat internal tadi urung dilaksanakan. “Ya, ndak jadi atau ditunda Bang, sampai ada keputusan berikutnya dari Mualem,” ungkap salah satu anggota DPRA kepada saya.

Informasi serupa juga dibenarkan Ketua Tim Monev DPA Partai Aceh Tgk Muharuddin. “Betul ditunda dulu. Sebab ada sejumlah anggota DPRA dari Fraksi PA juga masih berada di daerah,” sebut mantan Ketua DPRA ini.

Lantas, benarkah rencana awal rapat tersebut amat sangat penting? Lalu, apa agenda utama dari pertemuan tadi sehingga Mualem dan Abu Razak harus turun tangan?

“Ini menyangkut pemberitaan tentang pengakukan Sekretaris Komisi IV DPRA, Zulfadli atau akrab disapa Tgk Abang mengenai dugaan alokasi dana Pokir tambahan Rp100 miliar untuk Ketua DPR Aceh Dahlan Jamaluddin,” sebut  anggota DPR Aceh dari Fraksi PA lainnya. Namun, karena alasan etika, dia minta namanya tidak ditulis.

Nah, diakui atau tidak, cerita Tgk Abang tentang tambahan dana Pokir untuk “Adek Dahlan” memang bukan rahasia umum lagi. Sebab, secara lugas telah dibuka kepada media siber AJNN.Net, Senin, 8 Januari 2021.

Ketika itu, Tgk Abang secara khusus mengundang AJNN. Net untuk bertemu di salah satu warung kopi di seputaran Simpang Ilie, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh.  Tidak dengan media siber dan media cetak yang lain.

Tak jelas pula, mengapa Tgk Abang hanya mengungkap dugaan “pat gulipat” kebijakan dana Pokir itu dan tidak mau berbagi informasi miris ini dengan media pers yang lain. Bisa jadi, Tgk Abang punya alasan dan pertimbangan sendiri alias hanya percaya pada AJNN.

Menariknya tulis AJNN.Net. Tgk Abang yang juga Sekretaris Tim Perumus  Banggar sekaligus anggota Banggar DPR Aceh, bercerita mengenai adanya tambahan bonus dana Pokir untuk Ketua DPR Aceh, Dahlan Jamaluddin, Rp 100 miliar.

Tentu, bukan jumlah sedikit. Bandingkan saja dengan pembangunan rumah dhuafa yang rata-rata Rp100 juta per unit, maka jumlah dana Rp100 miliar yang masuk sebagai "jatah preman" Dahlan, tentu mampu membangun 1000 unit rumah dhuafa.

Tgk Abang mengungkap. Bahkan bonus itu di luar Pokir sebagai Ketua DPR Aceh, Rp41 miliar.  Tambahan bonus ini muncul setelah Badan Anggaran (Banggar) DPR Aceh dan Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) bertemu, guna melakukan evaluasi atas Keputusan Mendagri tentang Rancangan Qanun (Raqan) APBA 2021.

Bila informasi Tgk Abang benar, maka Ketua DPR Aceh Dahlan Jamaluddin total mengelola dana Pokir Rp141 miliar. Wow, OMG!

Itu sebabnya, Tgk Abang meminta kepada Gubernur Aceh melalui TAPA agar dialihkan untuk penyediaan anggaran infrastruktur yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat. Misal, membangun rumah dhuafa yang hingga kini tak jelas regulasinya.

“Betul, saya mendesak Gubernur Aceh melalui TAPA agar bonus pokir Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin dialihkan untuk anggaran infrastruktur yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat,” kata Tgk Abang, saat dikonfirmasi ulang media ini, Selasa, 12 Januari 2021 di Banda Aceh.

Yang lebih menohok, Zulfadli alias Tgk Abang juga meminta kepada pimpinan Partai Aceh (PA), mengevaluasi kinerja Dahlan Jamaluddin sebagai Ketua DPR Aceh.

Bahkan ia berharap posisi “Adek Dahlan” sebagai ketua diusulkan untuk diganti dengan kader Partai Aceh lainnya.

“Ini untuk marwah dan kebaikan bersama, khusus Partai Aceh di mata masyarakat. Karena itu, secara pribadi saya minta kepada pimpinan partai agar melakukan evaluasi dan mengusulkan penggantian Ketua DPRA untuk diisi oleh Kader PA yang lebih mampu,” harap Tgk Abang.

Sebelumnya, kasak kasuk soal dana Pokir anggota DPRA memang begitu “telanjang” di media pers dan media sosial. Bayangkan, ternyata wakil ketua, sembilan ketua fraksi, delapan orang anggota Tim Perumus Badan Anggaran, serta setiap anggota DPR Aceh, juga mendapatkan bonus dana Pokir.

Untuk memuluskan “bagi-bagi uang negara” tersebut, diaturlah skema anggaran dengan pola berbeda, berdasarkan jabatan dan kedudukan masing-masing.

Padahal, di luar bonus pokir setelah evaluasi Banggar dan TAPA,  setiap anggota DPR Aceh telah mendapatkan jatah pokir yang besarannya berbeda-beda pula atau sesuai jabatannya. Gawat!

Untuk jatah ketua misalnya, dibanrol Rp41 miliar, wakil ketua (Rp29 miliar), ketua fraksi (Rp 18 miliar), dan anggota (Rp15 miliar). Nah, total dana Pokir DPR Aceh seluruh tercatat sekitar Rp1,325 triliun.

Rincinya, ketua Rp41 miliar, tiga orang wakil ketua Rp87 miliar, ketua fraksi 9 orang Rp 144 miliar, serta 69 anggota Rp1,035 triliun.

Lantas, apa kata “Adek Dahlan” terkait pengakuan Tgk Abang? Seperti lazim terjadi,  Dahlan Jamaluddin tak bersedia menjawab dikonfirmasi MODUSACEH.CO. Pesan singkat yang dikirimkan melalui WhatsApp (WA), juga tak berbalas.

Selanjutnya, akankah “tuntutan” Tgk Abang agar kursi Ketua DPR Aceh yang saat ini masih diduduki Dahlan Jamaluddin, berganti kepada kader dan politisi PA lain di DPRA? Inilah yang masih teka-teki.***

 

Komentar

Loading...