Breaking News

Kim Jong-un Diisukan Dikudeta Adik, yang Tampil Sosok Palsu

Kim Jong-un Diisukan Dikudeta Adik, yang Tampil Sosok Palsu
Kim Jong-un sempat diisukan dikudeta oleh adiknya dan yang muncul di publik merupakan sosok palsu. Namun, intelijen Korea Selatan membantah kabar tersebut. (Foto: KCNA via Reuters)
Penulis
Rubrik
Sumber
cnnindonesia.com

Jakarta | Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, sempat diisukan dikudeta oleh adiknya, Kim Yo-jong, dan yang muncul di publik merupakan sosok palsu. Namun, intelijen Korea Selatan membantah kabar tersebut.

Kantor berita Korsel, Yonhap, melaporkan bahwa Badan Intelijen Nasional (NIS) langsung membantah isu tersebut tak lama setelah tersebar pada Senin (25/10/2021). Sejumlah pejabat pemerintahan juga membantah kabar itu.

Isu ini bermula ketika tabloid Amerika Serikat, Globe, mengutip sejumlah pemberitaan di Korea yang menyatakan bahwa Kim Yo-jong menggelar kudeta antara 6 Mei dan 5 Juni lalu.

Berdasarkan laporan itu, Kim Jong-un yang muncul di hadapan publik setelah tanggal tersebut merupakan sosok palsu.

Laporan itu menyoroti sejumlah penampilan Kim Jong-un yang berbeda dari sebelumnya. Globe juga menyinggung berat badan Kim Jong-un yang turun jauh.

Dalam beberapa bulan belakangan, kesehatan Kim Jong-un memang menjadi perhatian. Pada November 2020, Kim juga mulai menarik perhatian karena terlihat sangat gemuk.

Sejumlah media Korea Selatan bahkan melaporkan bahwa berat badan Kim naik sekitar 50 kilogram dari sejak pertama ia menjabat pada 2012 lalu.

Kim mulai kelihatan lebih kurus pada Juni lalu, saat tampil di hadapan publik untuk pertama kalinya setelah beberapa bulan. Kala itu, Kim diperkirakan berhasil menurunkan berat badan hingga 10-20 kilogram.

Sejumlah pengamat menganggap penurunan berat badan Kim ini merupakan hasil dari upayanya agar menjadi lebih kurus, bukan karena penyakit.

Sebagaimana dilansir Reuters, kondisi kesehatan Kim selalu menarik perhatian badan-badan intelijen dunia karena berkaitan dengan kemampuan sang pemimpin tertinggi itu untuk memerintah Korut.***

Komentar

Loading...