Breaking News

Kondisi Jalan dan Jembatan Rusak Parah

Keturunan Raja Ubiet Butuh Perhatian Pemerintah

Keturunan Raja Ubiet Butuh Perhatian Pemerintah
Raja Keumala. Keturunan Raja Ubiet (Foto: Dok. MODUSACEH.CO)

Nagan Raya | Jembatan besi sepanjang 200 meter lebih telah putus. Padahal, jembatan itu merupakan akses satu-satunya bagi warga yang merupakan keturunan Raja Ubiet untuk keluar dari perumahan mereka. Selama ini, warga yang tinggal di sana memanfaatkan jasa boat mesin untuk menyeberang. Itu terpaksa mereka lakukan karena semua aktifitas dilakukan di Gampong Alue Aki. Apalagi, harus membeli keperluan sehari-hari. Kondisi itu terasa berat karena setiap orang dikenakan uang sewa Rp 5000 ribu.

Nawi (22) menceritakan. Sejak tiga tahun lalu, jembatan tersebut sama sekali tidak bisa difungsikan lagi, karena ditengah telah putus total. Sejak saat itu, dia bersama warga lain harus menaiki boat mesin untuk menyeberangi sungai tersebut. “Kalau airnya normal seperti ini, sungainya tidak terlalu dalam. Tapi, kalau sudah banjir, air dari gunung akan turun dan sungai ini akan meluap, sehingga sangat dalam,” ungkap Nawi yang merupakan cucu Raja Ubiet.

Terlebih, banyak anak sekolah yang tinggal dalam perumahan tersebut, mengenyam pendidikan di Gampong Alue Aki. Bahkan, ada yang bersekolah di Alue Bilie. Sehingga, tiap pagi mereka harus menaiki boat. “Kalau air sungainya lagi munguap, air di sini sangat kencang, kalau boat karam dan jatuh dalam sungai tak akan selamat. Maka, anak-anak yang tinggal dalam perumahan itu tidak bersekolah,”ungakpnya.

Begitupun, dalam keadaan boat yang tidak bisa berjalan, seluruh warga tidak bisa keluar alias terisolir. Jika, persediaan makanan sudah habis maka terpaksa tahan lapar. ”Maka, untuk jaga-jaga kita belanjanya banyak,” ujarnya.

Selain itu, dia berharap pada pemerintah baik Pemkab Nagan Raga dan Provinsi Aceh untuk memfungsikan SD yang ada dalam komplek perumahan itu. Sebab, sejak didirikan tahun 2008 silam bangunan itu tidak pernah diaktifkan. Padahal, anak-anak setingkat SD sudah sangat banyak. Sehingga, anak-anak yang masih kecil dan berusia 6 tahun harus bersekolah di tempat lain. “Nah, untuk bersekolah ditempat lain, harus menyeberangi sungai dengan boat. Bagaimana tidak kawatir, anak seusia 6 tahun naik boat dan besekolah sangat jauh,” timpanya.(selengkapnya baca edisi cetak, beredar mulai, Senin, 25 Juni 2018).***

Komentar

Loading...