Atlet Junior Panjat Tebing Aceh Lolos Pelatnas

Ketua Umum FPTI Aceh H. Muhammad Saleh: Musawir Membanggakan dan Catat Sejarah Untuk FPTI Aceh

Ketua Umum FPTI Aceh H. Muhammad Saleh: Musawir Membanggakan dan Catat Sejarah Untuk FPTI Aceh
Musawir bersama Sekretaris Umum Pengprov FPTI Aceh Muhammad Faisal S.Hut saat mengikuti Seleknas di Jakarta (Foto: Ist)

Banda Aceh | Musawir, atlet junior panjat tebing asal Aceh, dinyatakan lolos seleksi nasional (Seleknas) olah raga tersebut. Hasilnya, dia terpilih sebagai atlit pemusatan latihan nasional (Pelatnas) PP FPTI di Jakarta.

Kabar gembira itu ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Pengurus Pusat (PP) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Nomor: 1109/SKP/PP-NAS/XI/2020, tentang penetapan hasil seleksi nasional atlet junior cabang olahraga panjat tebing tahun 2020, yang ditanda tangani Ketua Umum PP FPTI Zannuba A.C. Wahid atau akrab disapa Yeni Wahid. 

Atlet asal Aceh yang berlaga pada sejumlah Kejuaraan Nasional (Kejurnas), Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) serta Pekan Olah Raga Wilayah (Porwil) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) se-Sumatera di Provinsi Bengkulu ini. Dinyatakan lolos Seleknas dan berhak menjadi atlet pemusatan latihan nasional (Pelatnas) FPTI di Jakarta.

20201112-musawir

Musawir mengikuti psiko test (Foto: Ist)

Memang , ini bukan usaha mudah. Sebaliknya, setelah melalui beberapa tahapan tes. Diantaranya keterampilan memanjat, fisik, kesehatan dan tes psikologi.

Selain Musawir, ada empat atlet putra dan enam atlet putri dari 34 provinsi yang lolos dalam Seleknas tahun ini. Mereka adalah Musauwir (Aceh), Moh. Ferza Fernanda Abdi (Kalimantan Selatan), M. Rizky Syiarafli. S (Sumatera Selatan), M. Ramzi Firmansyah (DKI Jakarta), Nur Kahlishah (DKI Jakarta), Nur Diatul Jannah (Bangka Belitung), Sukma Lintang Cahyani (D.I Yogyakarta), Fadya Devi Monica (Jawa Tengah), Puja Lestari (Riau), dan Aura Paramaratri (Jawa Barat).

Nah, kesepuluh atlet yang lolos pada Seleknas ini, dipersiapkan untuk mencapai prestasi olahraga Panjat Tebing Indonesia maksimal seperti Olimpiade. Karena itu, direncanakan tahun depan mereka akan berlatih di Eropa.

Ini diperlukan untuk peningkatan performa atlet junior berprestasi panjat tebing, guna mencapai target perolehan medali di masa datang. Maklum, Indonesia mengikutsertakan cabang olahraga panjat tebing pada ajang Olimpiade mendatang.

Ketua Umum FPTI Aceh, H. Muhammad Saleh mengaku. Lolosnya Musawir pada Seleknas dan terpilih menjadi atlit nasional junior FPTI, merupakan bentuk torehan prestasi membanggakan bagi Aceh. 

20201112-sk-fpti

"Musawir telah membuat sejarah bagi panjat tebing Aceh. Dialah satu-satunya atlit Aceh yang memulai karir dari bawah hingga kini terpilih menjadi atlit nasional," ungkap Shaleh, begitu dia akrab disapa.

Begitupun, wartawan senior ini berpesan, Musawir tidak cepat puas apalagi sombong dengan capaian prestasi saat ini. Sebaliknya, tetap fokus dan terus berlatih dengan tekun dan keras sehingga menjadi atlit kebanggaan Aceh dan Indonesia.

Selain itu, Musawir tetap hormat, tunduk dan patuh pada pelatihnya Fajri dan Dita serta offisial Muhammad Faisal, Memet dan Langgo yang selama ini telah membina dan melatih dirinya hingga menuju jenjang yang membanggakan ini. 

20201112-musawir2

Musawir mengikuti test memanjat dengan hasil top atau terbaik (Foto: Ist)

"Ini berarti, Musawir tidak bisa lagi bermain pada level daerah seperti PORA mendatang di Pidie. Karena itu sekali lagi, saya berharap dia benar-benar menjaga pisik dan mental. Sebab, jika tak mencapai target nasional, maka dia akan gagal. Jadi ini bukan akhir, tapi awal dari sebuah prestasi," harap Shaleh.

Alasan Shaleh, Musawir juga dipersiapkan menjadi atlit andalan FPTI Aceh pada PON XXI-2024 di Aceh. "Kami optimis diusia yang masih muda, Musawir akan memberikan yang terbaik untuk Aceh pada PON XX-2021 Papua dan PON XXI-2024 di Aceh. Insha Allah," kata Shaleh yakin.***

Komentar

Loading...