DPA Partai Aceh Laksanakan Pisah Sambut Anggota DPR Aceh

Ketua Tuha Peut Tengku Malek Mahmud Al-Haytar: Ingatlah Amanah Rakyat dan Setia pada Perjuangan!

Ketua Tuha Peut Tengku Malek Mahmud Al-Haytar: Ingatlah Amanah Rakyat dan Setia pada Perjuangan!
Drag
Penulis
Rubrik
Sumber
Reporter Banda Aceh

Banda Aceh | Ketua Tuha Peut, Dewan Pimpinan Aceh, Partai Aceh, Tengku Malek Mahmud Al-Haytar meminta kepada kader dan politisi Partai Aceh (PA), untuk tetap ingat dan setia pada amanah rakyat dan perjuangan Partai Aceh (PA) dalam mengemban tugas sebagai wakil rakyat. Baik di DPR Aceh maupun DPRK se-Aceh.

Permintaan sekaligus penegasan ini disampaikan pada acara pisah sambut, anggota DPR Aceh dari Partai Aceh, di Kantor DPA PA, Batoh, Kota Banda Aceh, Minggu siang tadi.

Menurut Tengku Malek Mahmud,  komitmen ini merupakan misi utama dari perjuangan, sesuai amanah Wali Neugara Atjeh, almarhum Tengku Hasan Muhammad Diro.

"Kita jangan lupa pada ideologi perjuangan, salah satunya memakmurkan dan mensejahterakan rakyat Aceh," kata Wali Nanggroe Aceh ini.

Itu sebabnya sebut Wali Nanggroe, untuk menuju tujuan tadi tidaklah sulit. Sebab Aceh memiliki sumber daya alam yang besar dan sumber daya manusia yang cerdas.

Hanya saja kritik Wali Nanggroe, 14 tahun pasca MoU damai, kondisi dan nasib rakyat Aceh, masih belum seperti diharapkan.

"Kita masih sebagai daerah termiskin di Sumatera dengan tingkat pengangguran yang tinggi. Ini sungguh sangat menyedihkan," ungkap Wali Nanggroe.

Menurut Wali, salah satu penyebabnya adalah, karena Aceh hanya mampu menjual sumber daya alamnya pada pihak luar, bukan sebaliknya mengelola, sehingga manfaat lebih besar justeru dinikmati pihak luar, bukan rakyat Aceh sendiri.

"Bukan justeru mengelolanya sendiri, sehingga lingkungan dan hutan menjadi rusak," ulas Wali Nanggroe.

Dia berharap, ke depan peran dan tugas politisi Partai Aceh di parlemen pada semua tingkatan, benar-benar berpihak pada rakyat.

"Ada anggaran APBA dan APBK serta Otonomi Khusus ( Otsus) yang kita perolehan dari hasil perdamaian Aceh. Tentu, ditebus dengan nyawa, darah dan air mata. Karena itu, ingatlah pada perjuangan dan keluarga pejuang yang telah tinggalkan para syuhada yang telah syahid," himbau Wali Nanggroe.

Begitupun ujar Wali Nanggroe, sumber pendapat Aceh tadi masih sangat sedikit, dibandingkan dengan potensi SDM dan SDA Aceh.

"Kita punya saudagar dan intelektual yang unggul di berbagai dunia. Itu telah ada sejak jaman dahulu, sehingga bangsa di dunia juga mengenal Aceh. Maka jih, bek ta peutuwo amanah endatu gentanyo (karena itu jangan lupakan wasiat dan warisan nenek moyang kita)," kata Wali dalam bahasa Aceh.

"Kita bangsa yang kuat," tegas Tengku Malek Mahmud Al-Haytar.

Pertemuan  ini dihadiri Ketua Umum PA. H. Muzakir Manaf (Mualem), Sekjen H. Kamaruddin Abu Bakar (Abu Razak), unsur pimpinan dan Pengurus DPA PA, unsur MUNA, pemuda maupun kaum perempuan Partai Aceh.***

 

 

Komentar

Loading...