OJK Gelar Sosialisasi Waspada Investasi Bodong

Ketua Satgas Tongam L Tobing: Jangan Tergiur Imbalan Tinggi, Ada 3107 Pinjol Ilegal!

Ketua Satgas Tongam L Tobing: Jangan Tergiur Imbalan Tinggi, Ada 3107 Pinjol Ilegal!
Rubrik

Banda Aceh | Masyarakat perlu memahami produk-produk jasa keuangan. Tujuannya, jangan sampai tergiur dengan imbalan besar maupun iming-iming hadiah, sebelum bergabung atau memilih untuk berinvestasi.

Selain itu, masyarakat juga harus memahami dua aspek, yaitu; aspek legal dan logis.

Demikian disampaikan Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam L Tobing di sela-sela sosialisasi dan diskusi; Waspada Investasi dan Tindak Pidana Sektor Jasa Keuangan, Kamis kemarin di Kantor OJK Aceh, Jalan Prof Ali Hasyimi, Kota Banda Aceh.

Ia menyebut, saat ini marak terjadi penipuan berkedok investasi. Kalau dilihat dari sisi pelaku katanya, dengan kemudahan membuat aplikasi, situs, siber maupun pesan singkat dan lainnya.

Ini sejalan dengan kemajuan teknologi informasi yang telah disalah-gunakan pelaku, sehingga masyarakat tergiur dengan keuntungan tinggi.

Namun dia menginggatkan, masyarakat perlu meningkatkan pengetahuan mengenai produk-produk keuangan maupun investasi. Nah, salah satu caranya adalah, melakukan sosialisasi dan literasi keuangan menjadi sangat penting dilakukan.

Selain faktor legal dan logis menurut Tongam, perlu diketahui juga investasi ilegal atau bodong, yakni sering menjanjikan keuntungan tidak wajar dalam kurun waktu yang cepat, menawarkan bonus dari perekrutan anggota baru, memanfaatkan tokoh masyarakat/tokoh agama/public figure untuk menarik minat berinvestasi klaim tanpa risiko dan legalitas tidak jelas.

"Jika masyarakat menerima tawaran investasi dengan imbalan tinggi maka perlu dicek terlebih dahulu faktor legal, yaitu ada izin badan hukum, izin produknya dan izin kegiatanya. Kemudian faktor logis," sebutnya.

Dalam diskusi tersebut, Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi Tongam L Tobing ikut mengupas mengenai pinjaman online (pinjol). Tongam mengatakan, saat ini tercatat 148 pinjaman online yang legal dan 3107 yang dinyatakan ilegal.

Maraknya pertumbuhan pinjaman online, karena banyak masyarakat membutuhkan pijaman tersebut. Selain pengajuan mudah, cepat, masyarakat beralih ke pinjaman online setelah ditolak saat pengajuan ke bank dan lembaga keuangan yang lain.

Ia beharap masyarakat mengetahui ciri-ciri pinjaman online ilegal, biasanya pinjol ilegal tidak sesuai yang dipromosikan, setelah peminjaman sering ada perubahan-perubahan kebijakan, lalu minta nomor kontak orang terdekat. "Jangan pernah akses, karena nanti bisa terjebak," tegasnya.

Dia berharap untuk menghindari masyarakat dari jebakan pinjaman online, Tongam berbagi tips. Misal,  perusahaan pinjaman online terdaftar di OJK.

"Pinjam sesuai kemampuan bayar, jangan pinjam untuk menutup utang, sebelum pinjam pahami dulu resiko," jelas Tongam.***

Komentar

Loading...