Di Balik Sikap Pimpinan DPRK dari PAN dan Golkar Aceh Barat

Ketua Samsi Barmi: Dewasalah Dalam Politik!

Ketua Samsi Barmi: Dewasalah Dalam Politik!
Ketua DPRK Aceh Barat Samsi Barmi/foto Juli Saidi

Meulaboh | Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Samsi Barmi menyikapi biasa saja atas sikap politik Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dan Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) yang menyatakan oposisi pada periode 2019-2024.

Selasa (5/11/2019), kader Partai Aceh (PA) Samsi Barmi menegaskan, pro dan kontra dalam berpolitik itu lazim terjadi.

“Kalau dalam urusan politik biasa-biasa saja. Ada yang oposisi,” kata wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil I) Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, Aceh Barat, di ruang kerjanya, Kantor DPRK, Jalan Iskandar Muda.

Begitu pun, dalam membagi alat kelengkapan dewan (AKD) Aceh Barat menurut Samsi Barmi, sudah dilakukan upaya musyawarah untuk mencapai kata mufakat. Sayangnya, tidak ada kata sepakat maka ditempuh jalur voting.

“Semua itu kita lakukan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat dalam pembahagian AKD kemarin. Tetapi tidak ada kesepakatan jadilah voting, karena tidak ada yang mengalah sehingga terjadi voting,” ujar Samsi Barmi.

Baca: Tiga Fraksi Dewan Aceh Barat Borong Jabatan Strategis di AKD, PAN dan Golkar Sabar Dulu?

Dan, kondisi seperti itu lazim terjadi. Maka Samsi Barmi mengaku wajar-wajar saja. “Itu wajar dalam politik, tidak ada yang aneh saya rasa,” tegasnya.

Namun, Samsi Barmi berharap  jika ada yang oposisi maka kedepankan kepentingan rakyat. Jangan ada kepentingan pribadi dan dan kelompok.

“Yang penting harapan saya, siapa pun menjaga kepentingan rakyat. Jangan ada kepentingan pribadi dan kelompok,” kata Samsi Barmi.

Baca: Ramli, SE: Kami Bentuk Oposisi Bersama Golkar

Bukan hanya itu, politisi Partai Aceh itu juga menyampaikan agar dewasa dalam politik. Sebab, bila dewasa, maka tidak persoalan untuk membangun daerah.

“Cobalah dewasa dalam berpolitik, semua parpol dewasa dalam berpolitik asal untuk kepentingan rakyat kita lakukan. Kalau ada kritis tidak persoalan. Kalau dewasa dalam politik tidak ada kendala untuk membangun.***

Komentar

Loading...