Menuju PORA Aceh Besar 2018

Ketua Perpani Aceh: Kami Harus Punya Tempat Pertandingan Lebih Awal

Ketua Perpani Aceh: Kami Harus Punya Tempat Pertandingan Lebih Awal
Azhari Usman/ MODUSACEH.CO

Banda Aceh | Pelaksanaan Pekan Olah Raga Aceh (PORA) Aceh Besar 2018 direncanakan akan dilaksanakan November 2018. Namun, hingga kini banyak venue belum dibangun, sehingga menimbulkan kekhawatiran sejumlah Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabang Olahraga di tingkat Provinsi Aceh.

Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Aceh, Dr. Nyak Amir, Mpd mengharapkan, panitia penyelenggara PORA Aceh Besar, untuk menyediakan tempat lebih awal dari jadwal penyelenggaraan PORA. ”Setidaknya sampai hari ini kita belum ada gambaran venue dimana. Karena, kami dari Pemprov sendiri nantinya akan melakukan verifikasi kelayakan tempat, karena dari PB PORA belum menentukan tempat sampai hari ini,” kata Dr. Nyak Amir pada media ini di Banda Aceh, Kamis pekan lalu.

Padahal, kata Nyak Amir, Pengprov Perpani jauh hari telah melakukan Pra-PORA bagi para atlet Panahan. Diharapkan akan lebih banyak punya waktu untuk melakukan latihan. ”Kita sudah meloloskan atlet 118 orang yang nantinya bisa bertarung di PORA. Sedangkan persiapan lainnya sudah kami sampaikan melalui PB PORA. Jika, sampai sekarang belum ada venue mau latihan dimana,” ungkap dosen F-KIP Unsyiah Banda Aceh ini.

Sejauh ini, kata Nyak Amir, pihaknya terus berkonsultasi dengan PB PORA, menyangkut venue. Diharapkan bulan Mei 2018, lapangan pertandingan untuk cabang Panahan sudah tersedia. ”Artinya bagi Panahan tidak begitu masalah soal lapangan, yang penting peralatannya terpenuhi. Kalau dipusatkan di Kota Jantho, salah satu alternatif yang kita gunakan halaman Masjid Agung Jantho, itu pun kalau disetujui," harapnya.

Nah, untuk infrasruktur venue lain, Nyak Amir mengharapkan panitia PORA Aceh Besar untuk terus memacu pekerjaannya. Sebab, bila tidak dikebut akan menyebabkan kualitas bangunan kurang baik. Sehingga, bangunan tidak akan bermanfaat untuk jangka waktu lama. Apalagi kata Nyak Amir, lokasi pembangunan venue telah berubah, dari perencanaan awal di Samahani, berpindah ke Kota Jantho. Sehingga, memakan waktu lama karena harus dirancang dari awal lagi. ”Yang penting venue utama harus diselesaikan segera. Karena, disitu opening seremonial (pembukaan) PORA. Kalau yang lain tidak selesai bisa dipakai milik Provinsi Aceh,” ungkapnya.

Namun, dia juga meminta Pemkab Aceh Besar untuk mempertimbangkan secara seksama, tentang pembangunan sejumlah venue di Kota Jantho. Sebab, setelah penyelenggaraan PORA, fasilitas itu akan ditinggakan begitu saja. Apalagi, bila tidak dipikirkan cara lain, maka sejumlah venue akan menjadi besi tua. “Kalau dipusatkan di Kota Jantho nantinya selesai PORA bangunnya jangan terbengkalai. Karena ini memerlukan dana yang besar untuk perawatan. Apalagi jauh dari perkampungan warga. Maka, saya harapkan selain stadion utama, venue–venue lebih banyak dibangun dekat dengan Kota Banda Aceh, sehingga bisa dipergunakan sejumlah atlet Aceh Besar yang bermukim di Banda Aceh,” harap Nyak Umar.***

 

 

Komentar

Loading...