Breaking News

Laki-laki Tidak Dianjurkan Pakai Emas

Ketua MPU Aceh Barat Berpesan, Wakil Rakyat Harus Jadi Contoh Teladan

Ketua MPU Aceh Barat Berpesan, Wakil Rakyat Harus Jadi Contoh Teladan
Penulis
Rubrik

Meulaboh | Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Barat, Tgk. H. Abdurrani Adian secara pribadi berpendapat dan menyarankan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), menolak pengadaan pin yang terbuat dari bahan emas. 

Ajakan pimpinan Pesantren Darul Huda, Teupin Peuraho, Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat itu disampaikan pada media ini, Rabu (13/11/2019). Saran tersebut disampaikan ulama Aceh Barat, karena ada alasan tertentu supaya anggota DPR Aceh untuk menolak pin yang terbuat dari emas.

Menurut Tgk. H. Abdurrani Adian, anggota dewan harus menjadi contoh teladan bagi rakyatnya. Sebab pengadaan pin dari emas, tidaklah tepat dilakukan di Aceh saat ini.

“Artinya bisa melukai perasaan saudara-saudara kita yang hidup dibawah kemiskinan. Maka saya saran pin itu tidak dijadikan dari emas. Pin itu perlu tetapi tolong jangan dijadikan dari emas,” kata Tgk. H. Abdurrani Adian.

Karena dilihat dari sisi ekonomi masyarakat, bila pin itu terbuat dari emas bisa melakai perasaan masyarakat tertentu. Terutama masyarakat yang hidup bawah garis kemiskinan.

“Akan bertentangan dengan rasa keadilan, perekonomian yanbg belum berjalan secara baik,” ujarnya.

Bukan hanya itu, menurut Tgk. H. Abdurrani Adian, anggota dewan harus menjadi contoh teladan bagi rakyatnya. “Jangan diri kita pakai emas, orang lain kita larang,” katanya.

Itu disampaikan Tgk. H. Abdurrani Adian, karena yang ia pahami memakai emas bagi laki-laki hukumnya haram. Kalimat memakai, menurutnya tidak harus dipahami bersentuhan langsung dengan badan.

“Secara pemahaman umum bahwa laki-laki itu memakai emas diharamkan. Tentu dari kalimat memakai, yang saya pahami itu tidak mesti tersentuh langsung dengan badan,” sebut ulama Aceh Barat itu.

Karenanya, memakai yang dipakai, itu pakaian namanya. Memakai yang dimaksud apakah bersentuhan langsung di badan atau pun tidak tersentuh dengan badan. “Kalau yang saya pahami itu sudah dianggap memakai. Termasuk kita pakai di baju. Itu sudah dianggap memakai,” kata Tgk. H. Abdurrani Adian.

Itu sebabnya, kalau sudah dianggap memakai, maka hukumnya sudah diketahui bahwa memakai emas bagi laki-laki, tidak dianjurkan. “Sama dengan kalau tidak dianjurkan menyangkut dengan emas jelas, itu haram,” tegasnya.

Baca: Pimpinan dan Anggota DPRA Digoda Emblem Emas Rp 582 Juta LebihTeuku Kemal Fasya: Itu Menyakiti Para Jomblo!

Bisa jadi pemahaman bisa beda-beda. Tetapi yang dipahami Tgk. H. Abdurrani Adian, kalimat memakai tidak mesti pakai di jari. “Disaat kita pakai itu sudah dianggap pakaian. Kalau pendapat pribadi saya tidak dianjurkan alias haram,” lanjutnya lagi.

Konon lagi, menurut Tgk. H. Abdurrani Adian saat diminta pendapatnya soal pengadaan emblem lambang tersebut untuk DPR Aceh, menurutnya pengadaan pin masih terkesan sebagai gagahan.  “Kalau pun pin itu penting, bukan kepentingan mendesak,”  sebut Tgk. H. Abdurrani Adian.

Nah, sebagaimana diketahui dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2019, sedikitnya Rp 582 juta lebih.***

 

Komentar

Loading...