Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Gubernur Aceh Keluarkan Rekom Laksamana Malahayati Pahlawan Nasional

Ketua Komisi X DPR RI Teuku Riefky Harsya: Salah Satu Peninggalan Yang Dikenang Rakyat Aceh

Ketua Komisi X DPR RI Teuku Riefky Harsya: Salah Satu Peninggalan Yang Dikenang Rakyat Aceh
Ist/Teuku Riefky Harsya
Rubrik

 

Jakarta I Gubernur Aceh dr. Zaini Abdullah atau akrab disapa Abu Doto, atas nama Pemerintah Aceh mengeluarkan surat rekomundasi kepada Presiden RI, melalui Kementerian Sosial RI, untuk mengukuhkan dan menetapkan Laksamana Malahayati sebagai pahlawan nasional.

Surat itu bernomor: 464.1/7678, tanggal 9 Juni 2017. Tembusannya disampaikan kepada Presiden RI serta sejumlah menteri terkait, termasuk Ketua DPR RI di Jakarta. “Semoga Ibu Menteri dapat mempertimbangkan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Laksamana Malahayati,” begitu salah satu bunyi surat tersebut.

Ketua Komisi X DPR RI Teuku Riefky Harsya menyambut baik dan gembira rekomundasi itu. "Sebagai wakil rakyat Aceh di DPR RI dan Ketua Komisi X.  Kami menyampaikan apresiasi, rasa hormat dan terima kasih kepada Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah beserta jajarannya yang dengan sigap telah mengeluarkan surat rekomendasi ke Mensos RI, untuk menetapkan Laksamana Malahayati sebagai Pahlawan Nasional. Ini merupakan salah satu peninggalan Pemerintahan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf yang akan selalu dikenang oleh rakyat Aceh," kata Teuku Riefky pada media ini, Minggu malam (11/6/2017).

Selain itu, Teuku Riefky Harsya juga menyampaikan penghargaan terhadap dukungan penuh yang telah diberikan segenap anggota DPR Aceh dari berbagai fraksi, sehingga proses surat rekomendasi ini dapat segera diterbitkan. “Proses pengurusan Laksamana Malahayati untuk menjadi Pahlawan Nasional di prakarsai Kowani (Kongres Wanita Indonesia) dan sudah bergulir sejak enam bulan terakhir. Puncaknya saat mendapatkan dukungan penuh dari Komisi X DPR pada pertemuan 8 Juni 2017 yang lalu, ungkap politisi Partai Demokrat ini.

Nah, setelah berbagai syarat sudah terpenuhi termasuk, rekomendasi DPR RI dan Pemerintahan Aceh. “Tahap selanjutnya mengajak Kowani, DPR RI dan Pemerintahan Aceh untuk dapat mengawal bersama agar Pemerintah Pusat cq Kemensos RI dapat menyetujui dan mengumumkannya selambat-lambat nya pada momentum peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2017 mendatang.

Sementara itu, Gubernur Aceh dr. Zaini Abdullah beserta istri, juga menghadiri buka puasa bersama masyarakat Aceh, Minggu malam (11/6/2017) di Mess Aceh, Jakarta. Acara buka puasa ini, dihadiri keturunan Laksamana Keumalahayati yaitu Sultanah Putroe Safiatuddin Cahaya Nur’alam, cucu Sultan Aceh terakhir, Sultan Alaidin Muhammad Daudsyah serta penulis sejarah Aceh Pocut Haslinda Syahrul.***

Komentar

Loading...