Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Pansus Penyaluran Kredit Bank Aceh Syariah Terhadap Makmur Budiman

Ketua Komisi III DPRA: Tetap Lanjut, Masih Tahap Investigasi dan Pengumpulan Data

Ketua Komisi III DPRA: Tetap Lanjut, Masih Tahap Investigasi dan Pengumpulan Data
Penulis
Rubrik

Banda Aceh I Sidang Paripurna, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Rabu (22/7/2020) memutuskan pembentukan tiga Panitia Khusus (Pansus) yakni Pansus Pembangunan Gedung Oncology Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Pansus PT Bank Aceh Syariah (BAS), serta Pansus Pengadaan Barang dan Jasa Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) Perubahan tahun anggaran 2019.

Pertanyaan menarik adalah, setelah pembentukan Pansus tadi, lalu sejauhmana kinerja para wakil rakyat Aceh tersebut? Itu sebabnya, media ini menelusuri kinerja 16 anggota lintas fraksi Pansus Bank Aceh Syariah di bawah tanggungjawab Khairil Syahrial, Ketua Komisi III DPRA yang juga politisi Partai Gerindra Aceh.

Sebelumnya atau Rabu (24/6/2020). Komisi III DPRA menggelar pertemuan tertutup dengan Bank Aceh Syariah di ruang Badan Musyawarah (BANMUS) Lantai II Kantor Sekretariat DPRA.

Hari itu hadir Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman dan sejumlah pejabat Bank Aceh Syariah.

Menurut pengakuan Syahrial, sejauh ini pihaknya telah melakukan tiga kali pertemuan untuk membahas dugaan kejanggalan pada proses penyaluran kredit PT BAS terhadap pengusaha Makmur Budiman.

Ia mengungkap, proses investigasi ini masih dalam tahap pengumpulan data, dan dalam waktu dekat Pansus akan kembali menggelar rapat serta memanggil pihak-pihak terkait.

“Investigasi masih dalam tahap pengumpulan data, kami segera panggil beberapa pihak terkait untuk mendengarkan keterangan seperti; OJK dan dari Bank Indonesia (BI). Kasus Bank Aceh sudah dilanjutkan dalam beberapa hari ini setelah reses nanti. Saya sedang di daerah,” ungkap Syahrial pada media ini melalui sambungan telepon, Rabu, 2 Desember 2020.

Baca: Pansus Bank Aceh Syariah Mulai Jalan, Khairil Syahrial: Kami Serius, Termasuk Menelusuri Kredit PT. Bumi Samaganda 

Begitu pula dengan H. Khalili, salah satu anggota Pansus PT BAS mengaku sedang dalam masa reses ke daerah pemilihan (Dapil), Kabupaten Bireuen.

Saat dihubungi media ini, Rabu, 2 Desember 2020. Pengakuannya senada dengan Syahrial, bahwa Pansus Bank Aceh akan kembali menggelar rapat setelah masa kunjungan kerja ke daerah (reses) berakhir pada tanggal 9 Desember mendatang.

Ia menyebut, sejauh ini semua bahan investigasi PT. BAS sudah diserahkan kepada Tim Ahli dari Unsyiah untuk dilakukannya kajian lebih mendalam.

Pansus dimaksud akan mengambil sampel di beberapa kabupaten-kota yang mempunyai keterkaitan dengan PT. BAS.

“Nanti setelah kembali dari daerah kita akan membahas permasalahan ini, turut kita undang pihak Bank Aceh. Bahannya sudah diberikan kepada tenaga ahli untuk dikaji. Kita panggil juga pemilik saham, kita juga akan mengambil sampel di beberapa kabupaten-kota yang punya saham atau keterikatan dengan Bank Aceh,” ungkap Khalili.

Sekedar mengulang, Pansus PT. BAS sudah empat setengah bulan berlangsung, namun hingga kini belum ada hasil serta titik terang dari permasalahan yang diusut.

Serumit inikah untuk mengungkap berbagai praktik tak elok di bank milik Pemerintah Aceh tersebut? Atau jangan-jangan anggota Pansus PT.BAS di DPR Aceh sudah "masuk angin". Entahlah!***

Komentar

Loading...