Terkait Cuti Bersama Idul Fitri 1441H

Ketua Komisi I DPRA Minta Pemerintah Aceh tak Ikuti SKB Menteri

Ketua Komisi I DPRA Minta Pemerintah Aceh tak Ikuti SKB Menteri
Tgk. Muhammad Yunus
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk. Muhammad Yunus M. Yusuf, meminta kepada Pemerintahan Aceh untuk tidak mengikuti cuti bersama Idul Fitri 1441H sesuai SKB menteri yang dilakukan pada Desember 2020 mendatang.

Ini artinya, cuti Idul Fitri tetap dilaksanakan seperti tahun  sebelumnya. "Kalau Aceh dengan sejarah panjangnya, ada aturan-aturan khususnya.  Jadi, kita meminta dan menghimbau MPU Aceh dan Pemerintah Aceh serta orang-orang yang bertanggungjawab di Aceh, cuti bersama Idul Fitri tahun ini tetap dijalankan seperti biasa,” kata politisi Partai Aceh ini, melalui sambungan telpon, Senin di Banda Aceh.

Sebelumnya, pemerintah pusat mengeser libur cuti bersama Idul Fitri tahun ini pada bulan Desember 2020, bersamaan dengan Natal dan Tahun Baru. Ini sesuai keputusan bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (SKB) Republik Indonesia, Nomor: 391 tahun 2020, Nomor: 02 tahun 2020 dan Nomor: 02 tahun 2020, tentang perubahan kedua atas keputusan bersama (SKB) Nomor: 728 tahun 2019, Nomor: 213 tahun 2019, dan Nomor: 01 tahun 2019, tentang hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2020.

Wakil rakyat Aceh asal Kabupaten Aceh Timur itu punya alasan. Menurutnya, setelah melihat keputusan dan kebijakan Pemerintah Pusat serta kondisi wabah Covid-19, akibat menggeser hari cuti bersama pada penghunjung tahun 2020 nanti.

“Saya melihat pemerintah pusat sudah diambil kesimpulan cuti lebaran tidak ada pada bulan lima mendatang, digeser pada Desember 2020, disatukan dengan Natal dan Tahun Baru karena alasan Covid-19 ini,” ujarnya.

Itu sebabnya, Tgk. Muhammad Yunus M. Yusuf menyarankan pada Pemerintahan Aceh, agar cuti bersama lebaran Idul Fitri, tidak berpedoman pada SKB Menteri. Karena Idul Fitri dan Adha, itu ada sejarahnya.

“Tidak perlu berpedoman dengan surat Menteri, Hari Raya Idul Fitri dan Adha ada sejarah,” kata Tgk. Muhammad Yunus.

Lanjutnya, semasa Rasulullah Muhammad SAW, hari raya itu sudah ada. Tetapi bukan Idul Fitri namanya-hari Raya Nairus dan hari Raya Mahrajan.

“Rasulullah merubah Idul Fitri menyambut kemenangan melawan hawa nafsu dan menyambut kemenangan perang Badar. Jadi, itu sejarah jangan kita rubah,” kata Ketua Komisi I DPR Aceh, membidangi pemerintahan.

Selain itu, ia juga mengapresiasi sikap Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh yang tidak sepakat dengan keputusan Menteri Agama.

“Kita juga mengapresiasi MPU Aceh yang tetap ada shalat tarawih. Karena Allah itu menciptakan jin dan manusia hanya untuk beribadah pada Allah, pokoknya kita hidup untuk ibadah,” tegas Tgk. Muhammad Yunus M. Yusuf.

Sementara itu, dalam SKB Menteri disebutkan bahwa cuti bersama tahun 2020, yaitu tanggal 22 Mei (Jumat) Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah, 21 Agustus (Jumat) Tahun Baru Islam 1441 Hijriyah, 28 dan 30 Oktober (Rabu dan Jumat) Maulid Nabi Muhammad SAW.

Lalu, 24 Desember (Kamis) Hari Raya Natal, 28,29,30, dan 31 Desember (Senin, Selasa,Rabu, dan Kamis) Pengganti Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.***

Komentar

Loading...