Diduga Lakukan Pelecehan

Ketua KNPI Kecamatan Bandar Baru Diringkus Polisi

Ketua KNPI Kecamatan Bandar Baru Diringkus Polisi
Pelaku NZ (Foto: Din Pasee)

Lhokseumawe | Diduga lakukan pelecehan terhadap  empat korban di bawah umur, Ketua KNPI Kecamatan Bandar Baro, Kabupaten Aceh Utara NZ (34) terpaksa berurusan dengan aparat kepolisian setempat.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan didampingi Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Indra Herlambang melalui Kanit PPA, Ipda Lilisma Suryani, mengatakan hal itu pada konfrensi pers yang digelar di Gedung Serba Guna Mapolres setempat, Jumat.

Katanya, pelaku diamankan atas dugaan tersangka sudah melakukan perbuatan pelecehan seksual  pada empat orang korban, tiga diantaranya anak di bawah umur yaitu; C, F dan N, dan satu orang ibu dari salah satu tiga anak tersebut yakni FY.

"Tersangka melakukan perbuatan itu terhadap korban terakhir, pada Minggu (27/10), di rumah neneknya korban,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan,  korban C mengaku pelecehan seksual yang dilakukan tersangka terhadap dirinya sudah dua kali dalam tahun 2019. Kejadian pertama saat  korban sedang membuat minum di dapur, lalu datang tersangka, melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan tersebut.

“Sedangkan kejadian kedua, hari Minggu, tersangka datang ke rumah, untuk menagih iuran sumur bor milik desa. Karena nenek korban tidak ada, tersangka berpura-pura ngobrol dengan korban,” terangnya.

Tersangka juga  menerangkan kalau air sumur bor sudah hidup pada korban, lalu korban masuk ke kamar mengambil jilbab untuk mengambil air.

Namun, tersangka mengikutinya ke kamar dan  kemudian memeluk serta menindih tubuh korban.

 “Sementara kejadian yang menimpa tiga korban lain di waktu yang berbeda, ada yang tahun 2018 dan 2019. Namun, mereka tidak berani melapor karena dianggap itu aib. Tetapi ketika menimpa anaknya, ibu dari korban ini geram dan langsung melaporkannya ke polisi,” paparnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 47 qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat dengan ancaman hukuman cambuk 90 kali atau denda paling banyak 900 gram emas murni, atau penjara paling lama 90 bulan.

Sementara itu, pasca kasus pelecehan, korban C kini mengalami rasa trauma berat karena merasa benci bila melihat kaum pria. Sehingga, polisi  mendatangkan psikolog untuk memeriksa psikis korban.

“Korban mengalami trauma, jika melihat laki-laki dia memiliki rasa kebencian yang luar biasa,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, NZ, 34  tersangka pelecehan seksual, membantah melakukan perbuatan tak senonoh tersebut terhadap korban.  “Saya hanya memegang tangan saja, tidak memeluk ataupun menindih,” katanya.

Pelaku mengaku  beralasan memegang tangan korban karena korban merasa tidak digubris saat berbicara. Sehingga dia memegang tangan untuk menyuruh korban duduk dan tidak masuk ke dalam kamar.***

Komentar

Loading...