Ketua KMBSA Dilaporkan ke Polisi, Petugas Belum Bisa Berbuat Apa-apa

Ketua KMBSA Dilaporkan ke Polisi, Petugas Belum Bisa Berbuat Apa-apa
Ajudan Bupati Aceh Barat, Hidayatul Fajri melaporkan Ketua Forum Komunitas Muda Barat Selatan Aceh (KMBSA) berinisial FL ke Mapolres Aceh Barat, Rabu (19/2/2020) lalu. (ANTARA/HO)

Meulaboh | Buntut dari viralnya video amatir berdurasi 1,34 menit yang memperlihatkan sosok Bupati Aceh Barat, Ramli MS terlibat adu mulut dengan  Zahidin alias Tgk Janggot, seorang warga Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan, yang kini sudah dilaporkan ke polisi.

Laporan tadi disampaikan ajudan Bupati, Hidayatullah Fajri, terkait Undang-undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta pencemaran nama baik pejabat negara dan adc bupati, terhadap terlapor, Ketua Forum Komunitas Muda Barat Selatan Aceh (KMBSA) Fitriadi Lanta.

Dugaannya, Fitriadi telah melakukan tindakan melawan hukum dengan menyebarkan video yang berisikan unsur kekerasan yang diduga, dilakukan Bupati Aceh Barat, Ramli MS di rumah dinasnya melalui WhatsApp Grup (WAG).

Kendati demikian, Ramli MS sejauh ini masih membantah aksinya yang dituduh Zahidin. Alasannya, tindakan tersebut hanyalah upaya menjaga diri dari ancaman bahaya karena  gerak-gerik warga Kota Naga itu.

Kabarnya, ini Tengku Janggot masih dirawat di Rumas Sakit Sultan Iskandar Muda (SIM), Kabupaten Nagan Raya. Karena memar dan tulang rusuknya sakit sebab terkena lemparan kursi. Peristiwa ini terjadi, Selasa, 18 Februari 2020 di Pendopo Bupati Aceh Barat.

Kasubag Humas Polres Aceh Barat, AKP Ahmad Yani membenarkan hal tersebut. Polisi telah menerima aduan dari ajudan bupati.

“Laporan sudah kita terima, namun saat ini petugas belum bisa mengambil tindakan apa-apa, belum melakukan pemeriksaan terhadap saksi maupun terlapor,” kata Ahmad Yani kepada MODUSACEH.CO, Jumat (21/02/2020).

Alasannya, sejauh ini pihaknya masih menunggu petunjuk dari pimpinan. Sebab itulah polisi belum mengambil tindakan apapun, seperti pemeriksaan saksi ataupun pemanggilan terhadap terlapor.

“Itu baru turun dari pimpinan, tetapi belum berbuat apa-apa tunggu dari pimpinan, tapi belum tahu siapa yng akan dipanggil ataupun diperiksa, belum bisa berbuat apa-apa. Itukan panjang ceritanya, harus ada surat kuasa, begitulah. Tapi petugas sejauh ini belum bisa berbuat apa apa,” ungkapnya.***

Komentar

Loading...