Beredar Rumor Anggota DPR Aceh dari KMP Dapat Bantuan “Dana Permen”

Ketua Fraksi PPP DPRA Ihsanuddin MZ: Tidak Benar, Pat Tacok Angen!

Ketua Fraksi PPP DPRA Ihsanuddin MZ: Tidak Benar, Pat Tacok Angen!
Ketua Fraksi PPP DPRA, Ihsanuddin MZ (Foto: google)

Banda Aceh | Walau wabah virus corona (Covid-19) hingga kini masih melanda Aceh. Ternyata tak menyurutkan warga Kota Banda Aceh untuk selalu melempar rumor dan humor (candaan) berbau praduga.

Bisa jadi, semua itu hanya sebagai “hiburan” sampingan, di tengah wabah yang menakutkan ini.

Syahdan, beberapa pesan singkat (sms) masuk ke redaksi media ini, Senin malam kemarin.

Isinya menyebut, sejumlah anggota DPR Aceh dari Koalisi Merah Puteh (KMP) yaitu, Fraksi Partai Golkar, Demokrat, PPP, PKB-PDA, ada menerima bantuan dana untuk "bon-bon" alias permen dari Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Dana itu sebagai bentuk tali kasih atau perhatian, di tengah wabah yang terus terjadi. Maklum,  KMP merupakan koalisi partai politik di DPR Aceh yang mendukung pemerintah daerah dibawah komando Nova Iriansyah.

Sayangnya, dugaan bantuan tersebut, tidak untuk semua anggota DPR Aceh. Misal, yang berasal dari Koalisi Aceh Bermartabat (KAB). Sebab, koalisi ini merupakan "oposisi" dari pemerintah Nova.

Nah, untuk memastikan keraguan tadi, media ini melakukan konfirmasi kepada Ketua Fraksi PPP, Ihsanuddin MZ, Senin malam kemarin. Karena, sejauh ini tak diketahui berapa jumlahnya, namun diserahkan dalam bentuk dolar Singapura dan Amerika Serikat (AS).

Diduga, dana tersebut diserahkan salah satu Kepala SKPA kepada salah satu ketua fraksi. Selanjutnya, disalurkan kepada seluruh anggota KMP.

Namun, sejumlah anggota DPR Aceh dari KMP yang dikonfirmasi media ini, membantah keras isu dan dugaan tadi. “Tidak benar, tak ada itu,” kata Wahyu Usman Wahab, anggota DPR Aceh dari PDA, Selasa petang di Banda Aceh.

Menurut dia, isu tersebut sengaja dilempar pihak tak bertanggungjawab. "Jangan percaya Bang. Tak ada, itu fitnah saja," ungkap dia.

Benarkah? Ketua Faksi PPP Ihsanuddin MZ membantah keras. “Ha..ha..ha...ha. Ada-ada saja. Disaat Aceh sedang musibah seperti ini, masih ada saja yang menebar fitnah,” tegas Ihsanuddin.

Menurut Ihsan, begitu dia akrab disapa. Jika dugaan dan rumor ini benar, tentu sangat membantu pihaknya. Terutama untuk membantu masyarakat miskin yang sangat membutuhkan.

“Ha..ha..ha, adak hana dolar ta mita rupiah. Ata nyan han tom ta kalon le geu tanyoe (Ha..ha..ha, jika tidak ada dolar, kita cari rupiah. Itu pun tak pernah kami lihat),” jelas Ihsan.

Tapi ada informasi, bantuan itu diserahkan salah satu Kepala SKPA atas perintah Plt. Gubernur Aceh? Tanya media ini. Ihsan menjawab. “Mungken gohlom, ta preh atau ta preh 2020 (Mungkin belum ada, atau kita tunggu 2020,” ucap Ihsan, bercanda.

Mungkin ini tahap awal diberikan, nanti menjelang hari meugang atau saat ramadhan tiba akan diberikan lagi?

Kata Ihsan. “Hana, hana pat ta harap, laut mandum. Pat tacok, angen mandum (Tidak, tidak bisa diharap, laut semua. Dimana kita ambil, angin semua),” ungkap Ihsan.

Selanjutnya, Ihsan menyebut. “Han ek ta pike, macam dum bagoe lawet nyoe. Maka jih leubeh get lon cok sikap lock down di rumah mantong (Ndak usah kita pikirin, saat ini ada-ada saja isu yang beredar. Makanya saya ambil sikap lockdown saja di rumah),” sebut Ihsan. Ya, benar juga dan ada-ada saja!***

Komentar

Loading...