Dua Anggota Pindah ke Fraksi Lain

Ketua Fraksi Golkar Mengaku Tersinggung

Ketua Fraksi Golkar Mengaku Tersinggung
Ketua Fraksi Partai Golkar Aminuddin. Foto Dok.jpg
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Interupsi itu datang dari Ketua Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) Aminuddin, M. Kes, di ruang Gedung Utama DPR Aceh, Banda Aceh, Kamis (9/12/2016). Dalam interupsi, ia menyampaikan kekecewaanya terhadap proses pemindahan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari kader Partai Bulan Bintang (PBB) Drs. Sjech Ahmaddin. Maklum, Drs. Sjech Ahmaddin semula bergabung dengan Fraksi Golongan Karya (Golkar), bersamanya juga ada kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Tgk. H. Syarifuddin, MA dan kader PKPI Hendri Yono. Tapi, Rabu malam, Wakil Ketua DPR Aceh Teuku Irwan Djohan telah mengumumkan perpindahan dua anggota Fraksi Golkar ke Fraksi Demokrat dan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Ketua Fraksi Golkar Aminuddin mengaku proses pemindahan kader PBB Drs. Sjech Ahmadddin yang membuat ia tersinggung, karena PBB terkesan arogan. Seharusnya, proses perpindahan dilakukan terlebih dahulu melalui Fraksi Golkar, kemudian baru Fraksi Golkar meneruskanya pada pimpinan DPR Aceh. “Sebenarnya saya selaku ketua tersinggung saat diumumkan oleh pimpinan,” kata Aminuddin.

Lebih lanjut pada media ini melalui sambungan Telpon, Aminuddin mengatakan, bergabung atau pindah ke partai lain, itu tidak ada masalah, tapi caranya yang terkesan PBB arogan. “Jadi caranya yang tidak bagus,” kata Aminuddin.

Aminuddin juga mengaku, saat ditanya pada anggota yang bersangkutan Drs. Sjech Ahmaddin, juga tidak tahu. “Ketika saya tanya, beliau juga tidak tahu proses pemindahan,” kata Aminuddin.

Dikonfirmasi media ini pada yang bersangkutan, ia meminta agar dikonfirmasi langsung pada Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PBB. “Tanyakan langsung pada partai, saya belum baca suratnya,” kata Drs. Sjech Ahmaddin, Kamis.

Sementara, Ketua DPW PBB Erly Hasyim melalu telpon menegaskan, ia tidak terima kalau PBB disebut arogan. Justru kata Erly Hasyim, Golkar sendiri yang tidak menjalan kesepakatan saat proses kadernya bergabung dengan Fraksi Golkar.

Kata Erly Hasyim, sebelum bergabung dengan Golkar, ada kesepakatan bersama (MoU) dengan pimpinan DPD I Golkar Drs. Sulaiman Abda. “Sampai saat ini MoU itu tidak pernah dikembalikan ke PBB, jadi siapa yang arogan, saya tidak terima PBB disebut arogan,” kata Erly Hasyim, melalui telpon. Saat diminta tanggapan, Erly Hasyim di Simeulue.***

Komentar

Loading...