Dibalik Ajakan Staf Khusus Gubernur Aceh

Ketua Forbes DPR RI, M. Nasir Djamil: Yang Dibutuhkan Juru Kerja dan Juru Teladan

Ketua Forbes DPR RI, M. Nasir Djamil: Yang Dibutuhkan Juru Kerja dan Juru Teladan
M. Nasir Djamil (Foto: detik.com)

Banda Aceh | Ketua Forum Bersama (Forbes) anggota DPR RI asal Aceh, M. Nasir Djamil menilai. Saat ini yang dibutuhkan rakyat Aceh kepada para pejabat (SKPA) dan PNS di jajaran Pemerintah Aceh, bukan menjadi juru bicara tapi juru kerja  dan juru teladan, yang  sesuai aspirasi masyarakat Aceh.

Pendapat itu disampaikan politisi PKS ini, Senin siang (24/2/2020), menanggapi adanya  ajakan ramai-ramai jadi Juru Bicara (Jubir) Pemerintah Aceh, yang disampaikan Staf Khusus Gubernur Aceh Wiratmadinata.

Sebaliknya, Nasir Djamil meminta agar ASN/PNS di jajaran Pemerintah Aceh, bekerja sesuai tupoksinya. “Jangan berlebihan, karena itu kami meminta agar para ASN bekerja sesuai tupoksi dan rencana kerja yang telah dituangkan dalam rencana pembangunan Aceh,” sebutnya.

Alasan Nasir Djamil. “Biarlah Jubir Pemerintah Aceh dilakukan oleh staf khusus atau unit terkait yang membidangi hubungan masyarakat. Kasihan jika Kepala SKPA dibebankan lagi menjadi juru bicara. Sebab menjadi jubir bukan pekerjaan biasa. Biar mereka  bekerja, bekerja, dan bekerja tanpa harus dibebani menjadi juru bicara,” kritik Nasir Djamil.

Sebelumnya, Pemerintah Aceh melalui Staf Khusus Gubernur Aceh Wiratmadinata, mengajak ASN/PNS di jajaran Pemerintah Aceh untuk menjadi Jubir Pemerintah Aceh.

Ini dimaksudkan, sesuai arahan Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah saat memberi arahan dalam Rapim Jumat, 14 Februari 2020 lalu, agar mendayagunakan semua ASN dilingkungan Pemerintah Aceh, untuk  aktif serta kontributif menjadi “jurubicara” pembangunan di lingkungan (SKPA) masing-masing.

“Maka saya sarankan untuk memberi instruksi kepada seluruh staf agar aktif di media sosial,” tulis Wiratmadinata.

Benarkah himbauan itu? Hingga diwartakan, media ini belum berhasil mendapatkan penjelasan dari Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Aceh, Muhammad Iswanto. Pesan singkat yang dikirim tidak berbalas. Dihubungi melalui telpon seluler juga tak menjawab.***

Komentar

Loading...