Terkait Hak Interpelasi

Ketua DPRA Sudah Serahkan Kepada Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah

Ketua DPRA Sudah Serahkan Kepada Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah
Rapat paripurna persetujuan hak interpelasi DPRA/Juli Saidi/MODUSACEH.
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Juru Bicara Inisiator Hak Interpelasi Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Irpanusir mengaku,  pihaknya telah menyerahkan materi hak interpelasi kepada Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Senin, 14 September 2020.

“Kita sudah menyampaikan interpelasi ke Plt. Gubernur. Sudah,” kata Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Aceh ini, Irpanusir, melalui sambungan telpon, Selasa (15/9/2020).

Menurut Ketua Komisi II DPR Aceh itu, materi hak interpelasi DPRA yang sudah disetujui pada Rapat Paripurna, Kamis malam (10/9), sudah menjadi kewenangan lembaga dewan. Maka tindak lanjut dari hak interpelasi tadi menjadi ranah pimpinan. 

Mantan Ketua umum Pemuda Aceh Selatan (PAS) Irpanusir mengaku. Materi hak interpelasi telah direvisi dengan menambahkan materi lain dari hasil interupsi sejumlah anggota DPRApada rapat paripurna persetujuan hak interpelasi, Kamis malam lalu.

Misal jelas Irpanusir, materi hak interpelasi yang ditambahkan, sesuai masukan dari politisi Partai Nanggroe Aceh (PNA) Samsul Bahri atau lebih dikenal Tiong, mengenai kepastian hukum dan administrasi, data yang diserahkan Nova Iriansyah pada Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh pada Pilkada 2017 lalu.

Di sana tercantum bahwa, Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah, hanya satu istri. Sementara, dugaan publik, Nova beristri dua yang dia nikahkan sebelum mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Aceh bersama Irwandi Yusuf (calon Gubernur Aceh) ketika itu.

“Penambahannya kemungkinan istri kedua Plt. Gubernur memakai fasilitas Negara. Kemudian, dalam biodata dia tidak memasukan istri keduanya,” sebut Irpanusir, Selasa sore.

Itu  sebabnya, dugaan istri kedua Plt. Gubernur Aceh menggunakan fasilitas Negara, harus dipertanyakan.Alasannya, berdasarkan biodata yang diserahkan, Negara hanya mengakui satu istri.

“Artinya Negara cuma mengakui satu istri yang boleh menggunakan fasilitas Negara,” kata Irpanusir.

Disinggung lebih jauh media ini, dugaan fasilitas Negara yang digunakan istri kedua Plt. Gubernur Aceh yang disampaikan secara terbuka oleh Samsul Bahri dalam sidang paripurna, Irpanusir tidak merinci lebih jauh.

Menurut Irpanusir, dugaan itu lebih ideal dijelaskan Samsul Bahri sebagai pengusul materi tambahan hak interpelasi terhadap Plt. Gubernur Aceh itu. “Idealnya maslalah ini ditanyakan kepada Samsul Bahri,” ujar Irpanusir.

Begitupun, Irpanusir mengakui bahwa dugaan istri kedua Plt. Gubernur Aceh menggunakan fasilitas Negara, ada. “Potensi kenderaan bermotor, tapi itu pasti ada, nanti kita cek,” sebut Irpanusir.

Irpanusir menegaskan, limit yang diberikan kepada Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah untuk menjawab hak interpelasi DPRA, sekitar tujuh hari batas maksimal.

Sementara itu, Kepala Bagian Hukum dan Humas Sekretariat DPRA Riza Fahlefi,  mengakui surat interpelasi DPRA tersebut, secara tertulis telah disampaikan Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin kepada Pemerintah Aceh.

Itu sesuai surat Ketua DPRA Nomor:161/2005 tanggal 14 September 2020. Jadi, kita tunggu saja!***

Komentar

Loading...