Ketua DPRA Belum Perpanjang SK Pansus Onkologi, Ada Apa? 

Ketua DPRA Belum Perpanjang SK Pansus Onkologi, Ada Apa? 
dok. MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Sejak 8 Januari 2021, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh M. Rizal Falevi Kirani telah mengajukan perpanjangan Surat Keputusan (SK) Pansus terhadap pembangunan Gedung Onkologi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainal Abidin, Banda Aceh. 

Sayangnya, hingga hampir genap empat bulan (3 Mei 2021), usulan perpanjangan SK itu belum juga kunjung dikeluarkan Ketua DPR Aceh Dahlan Jamaluddin. 

"Kita lagi menunggu perpanjangan SK," kata Ketua Pansus Onkologi DPRA, M. Rizal Falevi Kirani, di ruang Komisi V, Jalan Tengku Daud Beureueh, Banda Aceh, Senin (3/5/2021). 

Padahal, berdasarkan Surat Ketua Pansus Onkologi, Nomor 002/PANSUS Oncology/II/2021 jelas dikatakan, selain usulan SK juga ikut dilaporkan hasil perkembangan kerja Pansus Onkologi tersebut. 

Bahkan, bila dibaca dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemerintah Aceh tahun anggaran 2020, progres kerja Pansus DPRA terhadap pembangunan gedung Onkologi RSUZA. 

Sedikitnya, ada pertemuan antar pihak yang dilakukan Pansus Onkologi DPRA dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Aceh atau dengan Inspektorat dan ada sekitar tujuh kali pertemuan. 

Terakhir, Pansus Onkologi yang diketuai politisi Partai Nanggroe Aceh (PNA) tersebut, juga sudah bertemu dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan/Barang Jasa Pemerintah (LKPP) di Jakarta. 

Dari rangkaian pendalaman tersebut,  diakui mantan aktivis Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA) ini, pelaksanaan tender proyek Onkologi tersebut, diduga sarat persoalan. 

Falevi mencontohkan, jika skema pemenang tender pertama dibatalkan, maka proyek tersebut harus ditender ulang. "Iya harus tender ulang. Kemudian yang kita heran skema itu tidak dimasukkan," ujar Falevi. 

Seharusnya skema tender sanggah banding harus dimaksukkan. Bila itu tidak dilakukan, maka diduga tidak sesuai aturan. 

Falevi mengaku akan maju terus terkait pengawasan pembangunan gedung Onkologi. Sebab kata Falevi, pihaknya punya tanggungjawab moral. 

Karena itu, jika ada awal, maka harus ada akhir kerja Pansus Onkologi dengan menunggu Ketua DPRA memperpanjang SK Pansus tersebut.***

Komentar

Loading...