Muswil DPW PPP Aceh

Ketua DPP PPP Ingatkan Pemerintah Aceh Evaluasi Penggunaan Dana Otsus

Ketua DPP PPP Ingatkan Pemerintah Aceh Evaluasi Penggunaan Dana Otsus
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa. (Foto: Firdaus Hasan).

Banda Aceh | Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa meminta Pemerintah Aceh untuk mengevaluasi penggunaan dana Otonomi Khusus (Otsus) yang tepat sasaran dan sesuai undang-undang.

Ini disampaikan Suharso dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) IX Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Aceh Jumat (28/5/2021) di Banda Aceh.

Ia mencontohkan penggunaan data Otsus di Papua. Menurutnya tidak efektif karena cara penggunaanya tidak disupervisi dan pengalokasian sesuai undang-undang.

"Dana Otsus di Papua diminta 30 persen untuk pendidikan dan 15 persen untuk kesehatan, tetapi apa yang terjadi, hanya 4,36 persen untuk pendidikan dan kemudian untuk kesehatan hanya 7 persen. Jadi, yang lainnya digunakan untuk infrastruktur," sebutnya.

Suharso mengingatkan kembali dana Otsus Aceh tinggal beberapa tahun kedepan, maka efektivitasnya harus dilihat lagi sehingga benar-benar sesuai program yang ada dalam Undang-Undang Otsus itu," harapnya.

Seperti diketahui, pemberian dana Otsus kepada Provinsi Aceh berakhir hingga 2027, namun hingga saat belum ada kejalasan tetang perpajangan pemberian dana Otsus dari pemerintah pusat.

Dana Otonomi Khusus yang diberikan kepada Aceh sejak 2008 hingga 2020 sudah mencapai Rp81 triliun, tetapi angka kemiskinan di provinsi itu masih saja tinggi.

Keadaan itu sesuai data yang dirilis Badan pusat Statistik (BPS) Aceh September 2020, Provinsi Aceh kembali menjadi daerah termiskin di Sumatera.

Penduduk miskin di daerah berjuluk tanah rencong ini bertambah, sehingga menjadikan daerah ini menyandang status juara bertahan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh menyebut angka, kemiskinan sebesar 15,43 persen atau tertinggi di Sumatera dengan jumlah penduduk miskin bertambah 19 ribu orang.***

Komentar

Loading...