Ketika Ucok Sibreh “Tergoda” TikTok

Ketika Ucok Sibreh “Tergoda” TikTok
Tangkap layar video TikTok Ucok Sibreh.
Rubrik

Demam aplikasi TikTok sedang menjadi-jadi. Tidak hanya anak-anak dan remaja, orang dewasa hingga lansia pun banyak yang sudah ketagihan menggunakan aplikasi sosial media satu ini. Salah satunya, Muhibuddin Ibrahim alias Ucok Sibreh. Mantap!

Satu kiriman rekaman video tiba-tiba saja masuk ke pesan WhatAspp (WA) nomor pribadi telpon seluler saya, Kamis petang kemarin.

Awalnya, saya mengira ini hanya kiriman bisa. Tapi, begitu saya buka, ternyata sosok Muhibuddin Ibrahim alias Ucok Sibreh, Anggota DPRK Kabupaten Aceh Besar.

Nah, Ketua DPD II Partai Golkar Aceh Besar ini pun dengan gembira (happy) bernyanyi, mengikuti alunan irama yang mengiringinya. Sesekali dia tertawa lepas.

Saat dikonfirmasi media ini, Jumat sore, Ucok mengaku benar jika dirinya ada bermain Tik Tok. “Ya, itu rekaman lagu. Untuk happy dan iseng-iseng saja,” jelasnya.

Menariknya, Ucok juga bermain Tik Tok bersama anaknya. Bahkan, saat dalam pesawat bersama Ketua DPRK Aceh Besar, Iskandar Ali.

Lepas dari kegemaran (hobi) baru Ucok tadi. Memang media sosial memiliki banyak filter unik yang mulai dibanjiri dengan konten menarik pula. Itu sebabnya jangan heran, dari yang aneh sampai konyol.

Penggunaannya sendiri justeru membuat TikTok menjadi salah satu aplikasi sosial media paling populer dan banyak didownload saat ini.

Begitupun, seiring dengan meningkatnya popularitas TikTok di masyarakat, terdapat beberapa risiko yang mengikutinya.

Misal, kecanduan menggunakan TikTok bisa mengancam tidak hanya kesehatan tubuh tapi juga mental.

Karena itu, para ahli kesehatan jiwa memaparkan sejumlah dampak negatif dari Kecanduan Bermain TikTok.

Contoh, membuang-buang waktu, karena membuat satu video untuk TikTok bisa digunakan untuk mempelajari keterampilan atau pengetahuan baru, apa pun yang tentu akan lebih menguntungkan.

Aplikasi TikTok akan membuat para penggunanya mengurangi interaksi sosial karena sibuk membuat video, terutama untuk anak-anak. Tentu dampak negatif ini dan akan memberikan pengaruh buruk terhadap proses tumbuh kembang kemampuan bersosialisasi mereka.

Selain itu, mengarahkan seseorang untuk melakukan tindakan bully dan pelecehan.

Beberapa orang menggunakan aplikasi ini untuk mengolok-olok orang, komunitas, agama, rasisme hingga body shaming sebagai bentuk hiburan.

Aplikasi TikTok juga digunakan oleh orang-orang sebagai sarana untuk menyebarkan hoax, memperburuk imej seseorang atau sekelompok orang.

Tentu saja konten seperti itu berkeliaran bebas di TikTok, anak-anak atau remaja bisa mencontohnya hingga membuat konten serupa.

Hanya itu? Tunggu dulu. Para ahli psikologi juga berpendapat. Tik Tok dapat mengarahkan kepribadian menjadi anti-sosial.

Habisnya waktu demi membuat konten di TikTok, tentu saja bisa mengubah kepribadian mereka secara perlahan, dan lebih cepat lagi untuk anak-anak dan remaja.

Kurangnya interaksi sosial yang diakibatkan dari kecanduan bermain TikTok akan membuat pengguna menjadi anti-sosial dan ini merupakan sumber dari berbagai macam jenis penyakit mental lainnya.

Kecanduan terhadap media sosial bisa juga membuat orang banyak memotong waktu istirahat mereka, untuk bermain dan membaca atau menonton apa yang ada di media sosial tersebut. Semua dilakukan hanya karena takut melewatkan hal menarik atau ketinggalan tren.

Dan, yang patut dicatat. Salah satu yang membuat TikTok digemari banyak orang, karena banyak challenge menarik yang bisa ditiru baik karena penasaran atau sebagai bahan konten baru.

Namun, diantara banyaknya popular challenge di TikTok, ada beberapa diantaranya yang dianggap sangat berbahaya hingga mengancam nyawa. Jadi, lebih bijaklah.***

Komentar

Loading...