Simpati dan Empati Rakyat Aceh Terhadap Partai Demokrat

Karena Sosok SBY, AHY-Teuku Riefky Masih Harum di Bumi Seulangga

Karena Sosok SBY, AHY-Teuku Riefky Masih Harum di Bumi Seulangga
Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tiba di Desa Ceumpeudak, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Jumat (25/1/2019).Foto: Kompas.com
Rubrik

Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang disponsori Jhoni Allen Marbun dan kawan-kawan menjadi prahara bagi SBY dan AHY serta Pengurus DPP Partai Demokrat (PD). Berbagai simpati dan empati mengalir dari rakyat Aceh. Termasuk kehadiran Ketua KPA/PA H. Muzakir Manaf (Mualem) ke DPP Partai Demokrat, Jakarta. Bukti nama dan sosok SBY, AHY-Teuku Riefky masih harum semerbak di Bumi Seulangga. Bagaimana dengan Nova Iriansyah?

MODUSACEH.CO I Bau tak sedap itu akhirnya menyebar juga ke Aceh. Ini terkait pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang disponsori Jhoni Allen Marbun dan kawan-kawan di The Hill Hotel and Resort, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, Jumat, 5 Maret 2021.

Beragam pendapat pro dan kontra pun mengalir. Termasuk di Bumi Seulangga, Aceh.

“Dalam konteks perdamaian, rakyat Aceh patut berempati atas apa yang dialami oleh Partai Demokrat. Tapi wate ta ingat peukaten Ketua Demokrat Aceh (Gub Nova), yang mengkhianat keu rakyat Aceh, kakeuh bah sigoe lham di aju keudeh,” tulis Syakya Meirizal di dinding akun media sosial facebook, Minggu lalu.

Artinya, dalam konteks perdamaian, rakyat Aceh patut berempati atas apa yang dialami Partai Demokrat. Tapi, kalau diingat perilaku Ketua Demokrat Aceh (Gub Nova), yang berkhianat kepada rakyat Aceh, sudahlah biar sekalian tenggelam”.     

Nah, hingga Senin, 8 Maret 2021 malam. Postingan aktivis LSM Aceh ini mendapat 351 like, 83 komentar dan 4 kali dibagikan oleh warganet.

Bisa jadi, Syakya adalah satu diantara ribuan rakyat Aceh yang kesal dengan kepemimpinan Nova Iriansyah dalam memimpin Aceh. Semua itu, tentu tak lepas dari berbagai kebijakan yang dilakukan Ketua DPD Partai Demokrat Aceh ini.

Misal, Nova ikut mempertanyakan keabsahan posisi dan kursi Wali Nanggroe Aceh yang diduduki Tgk Malek Mahmud Al-Haytar, usai satu hari sejak dikukuhkan DPR Aceh.

Akibatnya, menuai kemarahan dan ketersinggungan para mantan kombatan GAM yang tergabung di Partai Aceh.

20210309-saykya-ok

Kedua, Nova juga tak mengalokasikan anggaran Pilkada Aceh tahun 2022, sehingga menjadi terkatung-katung hingga saat ini.

Termasuk memberangus dana pokok pikiran (Pokir) anggota DPR Aceh pada tahun anggaran 2019 lalu sehingga melahirkan hak interpelasi dan angket. Walau kedua langkah politik ini akhirnya tak jelas juga nasibnya.

Dari sisi tata kelola pemerintahan, Nova Iriansyah juga dinilai “arogan” dan kurang berempati pada peningkatan perekonomian rakyat kecil serta lapangan kerja. Akibatnya, Aceh terus menyandang predikat provinsi termiskin di Sumatera versi Badan Pusat Statistik (BPS).        

Belum lagi soal tata kelola anggaran. Gubernur Aceh Nova Iriansyah kabarnya amat sangat dekat dengan sejumlah pengusaha papan atas Aceh.

“Saya kira, kiprah dan kinerja tak elok Nova juga dipahami dan diketahui Pak SBY dan AHY, Ketua DPP Partai Demokrat,” duga Syakya pada media ini, Senin malam lalu di Banda Aceh.

Begitupun, semua kekecewaann itu akhirnya pupus bila sebagian rakyat Aceh memahami sikap politik Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, paska pertemuan Wali Nanggroe, Ketua KPA/PA Muzakir Manaf dan pengurus lainnya dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Saat itu, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko diberi waktu tiga bulan oleh presiden untuk menyelesaikan berbagai masalah yang masih terganjal dari realisasi MoU Damai Helsinki di Aceh. Nyatanya, perintah tadi tak jalan alias dilaksanakan Moeldoko hingga kini.

Nah, lepas dari semua itu. Faktor sosok Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum serta Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) maupun Teuku Reifky Harsya, ternyata memang masih jadi perekat antara Aceh-Partai Demokrat.

Ini bukan tanpa alasan. Sejarah mencatat, konflik Aceh versus Pemerintah Indonesia selama 30-an tahun lebih justeru berakhir damai di tangan SBY.

Bagi AHY, Aceh bukan daerah baru. Sebab, dia pernah bertugas di Aceh Selatan, usai menyelesaikan pendidikan di Akademi Militer (Akmil). Sosok lain adalah Teuky Riefky Harsya. Politisi berdarah Aceh yang empat periode berturut-turut terpilih dan menjadi wakil rakyat Aceh di Senayan.

20210309-mualem-pd

Mualem bertemu AHY (Foto: DPP Partai Demokrat)

“Pada Pileg 2019 lalu, Ampon Riefky malah meraih suara terbanyak untuk kursi DPR RI dari Dapil Aceh-1. Ini memang sangat membanggakan,” tutur Syakya.

Nah, selama menjadi anggota DPR RI dari Dapil Aceh. Teuku Riefky juga banyak membantu rakyat Aceh. Salah satunya menyalurkan beasiswa untuk ribuan anak-anak Aceh yang kurang mampu.

Selain itu, pada Pileg 2004-2009, rakyat Aceh telah memberi tujuh kursi anggota DPR RI untuk Partai Demokrat.

Nah, dari berbagai fakta tersebut tak salah jika nama dan sosok SBY, AHY-Teuku Riefky masih harum di Bumi Seulangga bernama; Aceh. Tentu, berbeda dengan sosok Nova Iriansyah (selengkapnya baca edisi cetak, terbit Rabu, 10 Maret 2021).***

Komentar

Loading...