Pengungsi Rohingnya di Pantai Aceh Utara

Ketika Rasa Kemanusiaan Itu Tumbuh di Tengah Virus Corona

Ketika Rasa Kemanusiaan Itu Tumbuh di Tengah Virus Corona
Akhirnya, 94 muslim Rohingnya diperbolehkan turun ke darat (Foto: Din Pasee/MODUSACEH.CO)

Setelah sempat tergantung-katung di laut dan dilarang untuk mendarat. Akhirnya, 94 muslim Rohingnya diperbolehkan turun ke darat. Kondisi ini memantik keprihatinan Ketua Umum DPA Partai Aceh H. Muzakir Manaf (Mualem). Dia mendesak pemerintah untuk memastikan penyelamatan, pendaratan, sekaligus memberi perlindungan. Termasuk kebutuhan pokok sebagai hak-hak dasar bagi mereka. Lantas, apa sikap Pemerintah Kabupaten Aceh Utara? Din Pasee, Koresponden MODUSACEH.CO di Aceh Utara melaporkan.

Rasa kemanusian sesama muslim. Itulah yang menjadi dasar warga Gampong (desa) Lancok, Kecamatan Syatalira Baru, Kabupaten Aceh, Provinsi Aceh untuk berbuat nekad, Kamis, sekira pukul 16.00 WIB.

Walau hujan terus menguyur,  tak membuat niat warga dan nelayan di sana surut. Sebaliknya, ramai-ramai menarik kapal rusak dan memaksa 94 warga muslim Rohingya turun ke darat.

Aksi tanpa komando itu  terjadi, karena rasa kemanusiaan dan kasih sayang terhadap nasib warga muslim Rohingya, setelah berbulan-bulan, mempertaruhkan nyawa, bertarung hidup di laut lepas hingga akhir terdampar di perairan Aceh Utara.

Awalnya, Danrem 011/ Lilawangsa Kolonel Inf Sumirating Baskoro yang berada di lokasi, sempat menolak warga Rohingya mendarat.  Dia dikhawatirkan dengan penyebaran wabah virus corona (Covid-19), yang semakin menunjukkan angka meningkat di Aceh umumnya dan Aceh Utara khususnya. Termasuk Kota Lhokseumawe.

“Kami menolak, namun malam ini mereka akan dikawal Polisi Airud dan besok diganti Lanal TNI-AL serta Basarnas. Karena lagi masa pandemi, jangan sampai ada seratus dan seribu jiwa lagi yang masuk, sehingga mengancam kesehatan penduduk di Aceh Utara dan sekitarnya,” ungkap Danrem.

Namun, besarnya semangat warga di sana, akhirya kapal motor yang mengangkut 94 warga muslim Rohingnya dan berjarak sekitar 200 meter dari bibir partai, ditarik warga ke daratan.

“Tarek u darat, tarek u darat, nyan syedara tanyo cit, sesama Islam. Bantu, bantu syedara tanyo (Tarik ke darat, tarik ke darat. Mereka saudara kita juga sesama Islam. Bantu, bantu saudara kita),” teriak seorang warga, diantara kerumunan massa yang sudah menunggu di bibir pantai.

20200625-rohing3

Mualem (Foto: Dok. MODUSACEH.CO)

Rasa kemanusiaan itu, mampu menghempas rasa ketakutan warga di sana terhadap atas virus mematikan bernama; corona atau Covid-19.

Lalu, satu per satu perempuan dan laki-laki berusia senja, remaja dan anak-anak dengan muka pucat dan tanpa pakaian yang layak, turun dengan leluasa. Mereka berteduh dibawah tenda dan Jambo Wisata yang ada di Pantai Lancok.

Selanjutnya, masyarakat berbondong-bondong mempersiapkan air untuk mandi dan makanan seadanya. Kondisi ini, seketika mampu meredam amarah warga pesisir setempat.

Itu sebabnya, Ketua Komite Nasional Solidaritas untuk Rohingya (KNSR) Abu Panglima, meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, menerima imigran Rohingya yang terdampar di perairan Pantai Lancok.

Dia mendorong pemerintah setempat untuk menerima mereka turun ke darat. “Kita sadar saat ini sedang mewabah virus corona. Tapi, kita tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dengan mematuhi protokol Covid-19,” ungkap dia.

Karena itu, dia mengaku akan terus mengawal warga Rohingnya yang terdampar di Aceh Utara ini, agar menjunjung tinggi dan tetap mematuhi protokol Covid-19.

Namun di sisi lain juga beredar kabar. Penolakan tetap berlanjut. Artinya, setelah diberi pasokan logistik dan kapal pengangkut mereka diperbaiki. Imigran Rohingya tadi akan dilepas kembali ke laut untuk meneruskan perjalanannya. 

Nah, soal kebenaran informasi memang belum dapat dipastikan. Namun, Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib mengaku, sudah memanggil seluruh pimpinan kantor dan Muspida plus untuk melakukan rapat gabungan. Hasilnya, seluruh warga Rohingya ditampung sementara waktu di Kantor Imigrasi Lhokseumawe.

“Tadi saya cek sudah turun ke darat. Atas nama kemanusian, Muspida sepakat merawat mereka sementara waktu. Yang sakit  kita bawa ke Rumah Sakit Cut Meutia, Aceh Utara,” kata pria yang akrab disapa Cek Mad ini, Kamis sore di Lhokseumawe.

Selain itu, bagi mereka yang dinyatakan positif Covid-19, akan dibawa ke shelter Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, untuk menjalani karantina.

“Kita pastikan standar covid terpenuhi. Tadi sudah kita komunikasi dengan warga Rohingya melalui penerjemah. Mereka minta dibantu kapal yang bagus untuk meneruskan perjalanan ke Australia,” katanya.

20200625-rohing2

Foto: Din Pasee/MODUSACEH.CO

Di negeri Kanguru itu sambung Cek Mad, mereka telah memiliki hubungan untuk menetap di sana. Sehingga, penampungan sementara yang mereka butuhkan, untuk memulihkan kondisi fisik.

“Mereka memohon pada kita dibantu kapal untuk melanjutkan perjalanan. Kita cari kapal. Menurut TNI AL ada kapal yang bisa digunakan di Sabang. Nanti kapal itu kita berikan ke warga Rohingya,” jelas Cek Mad.

Lepas dari rencanan tadi. Kondisi dan nasib warga Rohingnya ini, rupanya  menggugahrasa kemanusian, H.Muzakir Manaf (Mualem), Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) dan Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh (PA).

Kepada media ini, Kamis sore melalui telpon seluler. Mualem meminta Pemerintah Aceh, membantu pengungsi muslim Rohingya yang terdampar di pantai Aceh Utara, Rabu kemarin.

Mualem menegaskan, Pemerintah Aceh dan Aceh Utara, harus dapat memastikan langkah-langkah penyelamatan, pendaratan dan perlindungan terhadap warga muslim Rohingnya yang telah diselamatkan nelayan Aceh Utara. Misal, memberikan kebutuhan pokok bagi mereka.

“Mereka saudara seiman dengan kita. Bantu makanan, pakaian dan pasokan air bersih, apalagi banyak perempuan dan anak-anak,” himbau dia.

Mualem mengusulkan, etnis muslim Rohingya itu dapat ditempatkan sementara waktu di barak-barak pengungsian Gampong Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara.

Tapi, kepada mereka tetap dilakukan pengawasan yang ketat dengan mengedepankan protokol kesehatan (Covid-19). Mualem juga mengapresiasi berterima kasih kepada tim gabungan TNI/Polri dan SAR, yang telah membantu evakuasi pengungsi Rohingya ke daratan.

Kepada jajaran KPA dan PA, Mualem juga menginstruksikan untuk pro aktif memberikan bantuan terhadap etnis Rohingya yang terdampar di Pantai Aceh Utara.

“Kedepankan rasa kemanusiaan. Inilah kesempatan yang diberikan Allah SWT kepada kita, membantu saudara seiman yang ditindas di negerinya sendiri. Sama seperti nasib warga Aceh di negeri orang dan saat masih dilanda konflik. Tentu, Allah SWT akan membalasnya jika kita lakukan dengan ikhlas,”  ajak Mualem. Semoga.***

Komentar

Loading...