Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Jamaah Haji Pertama dari Qassim, Arab Saudi Tiba di Jeddah

Ketika Allah Memilih dan Memanggil

Ketika Allah Memilih dan Memanggil
Gelombang pertama jamaah haji yang datang dari daerah Qassim, Arab Saudi telah tiba di Jeddah (Foto: Ist)
Penulis
Rubrik
Sumber
kompas.com dan berbagai sumber

MODUSACEH.CO I Pelaksanaan ibadah haji 2020 tinggal dua hari lagi. Para jemaah dijadwalkan akan melangsungkan wukuf di Arafah pada 9 Zulhijah atau bertepatan, Kamis (30/7/2020) besok.

Dikutip dari Saudi Press Agency, Jumat (24/7/2020), gelombang pertama jemaah haji yang datang dari daerah Qassim, Arab Saudi telah tiba di Jeddah.

Termasuk di antara jemaah haji yang terpilih untuk menunaikan haji tahun ini. Untuk memastikan keselamatan para jemaah, mereka dipandu petugas ke jalur khusus di bandara guna menyelesaikan prosedur perjalanan.

Mereka juga harus memenuhi persyaratan pencegahan virus yang telah ditetapkan oleh Departemen Kesehatan, sesuai dengan rencana pelaksanaan ibadah haji 2020.

Setelah menyelesaikan prosedur perjalanan, para jemaah kemudian dibawa menuju tempat tinggal mereka di Mekkah dengan menggunakan bus khusus. Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan haji kali ini hanya diikuti oleh sekitar 1.000 jemaah karena pandemi virus corona. Diketahui, Arab Saudi telah mengumumkan warga mukim dari 160 negara berbeda terpilih untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini.

Dari total jemaah yang akan mengikuti haji tahun ini, 70 persen adalah warga mukim yang tinggal di sana, sementara 30 persen lainnya merupakan penduduk asli Arab Saudi. Kementerian Dalam Negeri juga telah melarang warga untuk memasuki lokasi haji (Mina, Muzdalifah, dan Arafat) terhitung sejak Senin (20/7/2020) sampai Minggu (2/8/2020).

Sanksi bagi jemaah ilegal Menurut Direktorat Jenderal Paspor, dikutip dari Arab News, Minggu (19/7/2020), individu dan perusahaan yang mengangkut jemaah haji tanpa izin akan menghadapi hukuman berat karena melanggar hukum. Hukuman denda dimulai dari 2.666 dollar AS atau sekitar Rp 39,5 juta untuk setiap jemaah yang ikut secara ilegal dan penjara 15 hari untuk pelanggar pertama kalinya.

Hukuman itu akan berlipat ganda ketika warga kembali melanggarnya. Sementara denda maksimal adalah 13.330 dollar AS atau sekitar Rp 197 juta dan enam bulan kurungan, di samping penyitaan kendaraan. Pihak keamanan juga telah menempatkan petugas pada titik-titik tertentu untuk mencegah masuknya jemaah haji ilegal.

Komandan Keamanan Haji Mayor Jenderal Zayed al-Tuyan memperingatkan warga agar tidak percaya terhadap iklan haji palsu dan menegaskan bahwa layanan haji tahun ini hanya diberikan melalui Kementerian Haji. "Hanya mereka yang telah diizinkan oleh Kementerian Haji yang boleh melaksanakan ibadah haji," kata al-Tuyan.

Sementara itu, Sebuah studio digital di Jerman membuat teknologi haji virtual untuk mengobati kekecewaan warga muslim yang gagal berangkat haji tahun ini akibat pandemi covid-19.

Dalam haji virtual ini, umat muslim dapat merasakan pengalaman haji, sekaligus bisa dijadikan persiapan untuk ibadah haji di tahun-tahun berikutnya.

Melaksanakan rangkaian ibadah haji secara virtual, inilah yang ditawarkan Bigitec, sebuah studio digital yang berlokasi di Bonn, Jerman. Studio ini menciptakan program perangkat lunak interaktif yang memungkinkan pengguna merasakan pengalaman ibadah haji, secara virtual.

Namun perangkat lunak yang diberi nama muslim 3 dimensi ini, tidak bisa menggantikan ibadah haji sesungguhnya.

Haji virtual ini untuk mengobati kekecewaan umat muslim yang gagal berangkat haji ke arab saudi tahun ini, karena pandemi covid-19. Haji virtual bisa juga dijadikan sebagai ajang persiapan dan latihan selagi menunggu ibadah haji pada tahun-tahun berikutnya. Perangkat lunak ini dibuat sebagai tur virtual melalui gaya hidup, sejarah dan budaya Islam.

Sang penggagas membuat haji virtual dengan menggabungkan teknologi video gim dengan museum virtual.***

Komentar

Loading...