Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Kesal Tak Diberi Pinjaman

Keterlaluan, FR Nekad Sikat 65 Manyam Emas Temannya

Keterlaluan, FR Nekad Sikat 65 Manyam Emas Temannya
Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto (Foto: Din Pasee)

Lhokseumawe I Pagar makan tanaman. Agaknya perilaku inilah yang dilakukan FR (28) terhadap rekannya Syukri (42). Bayangkan, hanya karena tidak diberi pinjaman uang. Lalu FR nekad mencuri 65 manyam emas dan tiga telpon seluler milik Syukri.

Seperti biasa, FR datang ke rumah Syukri di Jalan Antara Gampong Kuta Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Entah setan apa yang merasukinya,  FR yang juga karyawan swasta asal Desa Dayah, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara itu, akhirnya melakukan tindakan kriminal pencurian di rumah rekannya ini.

Ceritanya begini. Senin (8/2/2021, sekira pukul 11.30 WIB , korban pulang ke rumah untuk menjemput dan mengantarkannya ke sekolah. Persis pukul 13.30 WIB, korban pulang dan melihat pintu pagar rumah dalam keadaan terbuka. Selain itu, dia menemukan gembok terletak di atas bangku teras depan rumah.

Korban mulai merasa curiga telah terjadi sesuatu yang diinginkan terjadi. Lalu, dia masuk ke rumah melalui pintu samping. Ternyata sudah dalam keadaan rusak dan dibongkar paksa.

Tak hanya itu, korban bergegas masuk ke dalam rumah dan merasa kaget ketika membuka pintu kamar, ruangannya sudah berantakan dan teracak-acakan. Tak puas, korban membuka dan memeriksa dalam laci lemari hias, tempat kotak perhiasan emas seberat 65 mayam juga telah hilang. Termasuk,  tiga unit handphone dalam lemari juga ikut raib.

Pasca kejadian itu, korban membuat laporan ke Polres Lhokseumawe tentang rumahnya telah disantroni maling di siang hari. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp150 juta.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto dalam konfrensi pers di Gedung Serba Guna Mapolres Lhokseumawe, Jumat, membenarkan kejadian ini. Dia menyebut, polisi langsung melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan hingga ditemukan sejumlah bukti kuat yang membuka tabir pelaku pencurian tadi.

Hasilnya, Tim Opsnal dari Satreskrim Polres Lhokseumawe melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku berinisial FR di Desa Dayah, Kecamatan Lhoksukon.

Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui semua perbuatannya sehingga polisi berhasil menemukan barang bukti emas 65 mayam, satu unit sepmor Yamaha NMax Nopol BL 3531 KAP dan tiga unit telpon seluler.

Pelaku mengaku, alasan melakukan itu karena sakit hati kepada korban Syukri, yang tidak mau membantunya untuk meminjamkan uang alias hutang. Sehingga pelaku yang juga sedang terlilit banyak hutang menjadi nekad melakukan aksi balas dendam terhadap korban dengan cara melakukan pencurian di rumahnya.

“Sesuai hasil pemeriksaan awal tersangka mengakui perbuatannya telah mencuri perhiasan korban. Pelaku mengaku mencuri karena alasan sakit hati tidak diberi pinjam uang oleh korban,” ungkap Kapolres.

Kapolres menegaskan, atas perbuatan itu pelaku dijerat pasal 363 ayat 1 ke 5e Jo pasal 362 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara paling lama tujuh tahun penjara.***

Komentar

Loading...