Dugaan Korupsi Dana Desa

Ketahuan Kurang Volume Diekspos , Geuchik Gampong Lampisang Tambah Pembangunan Irigasi

Ketahuan Kurang Volume Diekspos , Geuchik Gampong Lampisang Tambah Pembangunan Irigasi

Aceh Besar | Sepandai-pandai menyembunyikan bangkai, pasti akan tercium juga. Pepatah itu tampaknya cocok disematkan pada Kepala Desa (Geuchik) Gampong Lampisang berinisial M, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Aceh.

Betapa tidak, setelah proyek pembangunan saluran irigasi sepanjang 771 meter di gampong itu selesai. Berselang lima bulan atau Agustus 2017, Pak Geuchik ketahuan telah membangun lebih pendek dari ketentuan yang ada di Rancangan Anggaran Biaya (RAB). “Setelah kasus ini diekspos (diberitakan), Pak Geuchik memburu proyek ini untuk diselesaikan dengan kekurangan volume tadi,” kata Zamzami, warga Lampisang pada media ini, Kamis pekan lalu. Baca: Diduga Selewengkan Dana Desa, Keuchik Lampisang Dilapor Polisi.

Menurut Zamzami, seharusnya panjang saluran irigasi yang dibangun 843 meter dengan anggaran Rp 500 juta lebih. Namun, setelah Zamzami dan warga lain melakukan pengecekan, ternyata hanya dibangun 771 meter. “Sekarang, memang sudah dibangun kekurangannya, namun di atas saluran yang masih bisa difungsikan,” jelasnya.

Sebut Zamzami, saluran lama ini dibangun sekitar tahun 2012 lalu dan masih bangus. Lalu, dibobok sebelah saja untuk diperbesar, menyambung saluran yang dibangun 771 meter. Sehingga, sudah mencapai 843 meter seperti tertera dalam RAB. “Kalau memang mau membangun kekurangan volume, kenapa harus di situ atau di atas yang masih bagus, kenapa tidak dibangun ke tempat lain, sehingga lebih panjang lagi salurannya,” kata Zamzami yang mengaku heran.

Geuchik Gampong Lampisan berinisial M tidak berada di gampongnya saat MODUSACEH.CO mencoba meminta tanggapannya. Dihubungi melalui telpon seluler, diangkat oleh orang yang mengaku istrinya. “Pak Geuchik sedang shalat, nanti telpon lagi,” ujar perempuan itu singkat. Setelah beberapa saat, media ini mencoba menghubungi lagi. Namun, telpon yang dituju tidak aktif lagi. Keesokan hari, media ini mencoba menghubungi lagi. Namun, tidak pernah diangkat walau telpon masuk. Dikirim pesan singkat, juga tidak pernah dibalas.***            

 

 

Komentar

Loading...