Breaking News

Ketahuan Hamil 7 Bulan, Gadis Mengaku Diperkosa Nelayan di Rumahnya

Ketahuan Hamil 7 Bulan, Gadis Mengaku Diperkosa Nelayan di Rumahnya
Ilustrasi/Foto: prosesnews.id

Lhoksukon | Setelah ketahuan hamil tujuh bulan, akhirnya seorang gadis berusia 15 tahun di Kabupaten Aceh Utara mengaku diperkosa pelaku berinisial S (25), berprofesi sebagai nelayan di Kecamatan Seunuddon setempat.

Hal itu diungkapkan Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto, S.I.K melalui Kasat Reskrim AKP Fauzi, S.E., S.I.K, terkait kasus pemerkosaan anak di bawah umur di Kecamatan Seunuddon, Rabu, 7 Juli 2021.

Dikatakannya, saat ini penyidik dari unit PPA Sat. Reskrim Polres Aceh Utara mengusut kasus pemerkosaan terhadap anak perempuan di bawah umur berusia 15 tahun oleh seorang pelaku S (23).

Korban didampingi ayah dan keluarga korban datang ke Polres Aceh Utara, Senin (21/6) untuk melaporkan peristiwa pemerkosaan korban oleh pelaku S, hingga telah mengandung selama 7 bulan.

Pasca itu, berdasarkan data laporan yang diterima petugas, pihak Polres Aceh Utara Polisi langsung mengambil tindakan tegas dengan mengamankan seorang nelayan yang diduga pelaku berinisial S, warga Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara sebagai tersangka pemerkosa anak di bawah umur.

Pelaku langsung diringkus dan kini telah mendekam dalam Rutan Polres Aceh Utara.

"Dalam laporan yang diterima, kejadian pemerkosaan terhadap korban terjadi sekali pada bulan November lalu di rumah tersangka," ujarnya. 

Setelah kejadian itu, tersangka tiba-tiba menghilang dan  pergi merantau keluar daerah selama enam bulan lamanya dan tidak pernah berhubungan lagi dengan korban.

Tetapi, kasus ini baru terungkap ketika orangtua korban curiga melihat kondisi perut anak gadisnya membesar. Setelah dicek ke bidan ternyata sang gadis  sedang mengandung selama tujuh bulan. 

Karena sudah ketahuan hamil, akhirnya korban buka suara dan mengaku telah di perkosa oleh pelaku saat sedang berada dalam rumahnya. 

"Kondisi kehamilan korban terungkap, setelah orang tuanya melihat perut anaknya yang kian membesar lalu dibawa ke bidan hingga dinyatakan hamil, baru kemudian korban mengakui hal itu dilakukan tersangka," paparnya. 

Kasat menjelaskan, dalam kasus ini pihaknya menjerat tersangka dengan pasal 50 Jo Pasal 47 Qanun Aceh No 6 Tahun2014 Tentang Hukum Jinayat.

"Dalam pemeriksaaan awal tersangka mengakui telah melakukan tindak pemerkosaan terhadap korban," pungkasnya.***

Komentar

Loading...