Ketua Komisi Yudisial, Aidul Firiciada

Kesepian Penyebab Hakim Selingkuh

Kesepian Penyebab Hakim Selingkuh
Tempo.co
Penulis
Sumber
sindonews.com
Jakarta | Tertangkapnya Ketua Pengadilan Agama (PA) Padang Panjang, Sumatera Barat, Elvia Darwati saat berduaan di kamar hotel dengan pasangan tak resmi disesalkan banyak pihak. Salah satunya Komisi Yudisial (KY). Tapi, lembaga ini punya alasan yaitu, karena kesepian. “Umumnya keluarganya mereka terpisah dalam waktu lama. Dan, dari segi kesejahteraan mereka umumnya tidak layak. Itu sebab kasus selingkuh yang banyak dilaporkan selain penyuapan,” kata Ketua KY, Aidul Firiciada usai peluncuran buku “Optimalisasi Wewenang KY Dalam Mewujudkan Hakim Berintegritas” di Jakarta Kamis (13/10/2016).
 
KY sendiri menurut Aidul, tengah berencana untuk mengusulkan perubahan rotasi mutasi hakim kepada Mahkamah Agung (MA). Apabila selama ini mutasi dilakukan lintas pulau dan provinsi, maka diharapkan hanya dilakukan pada pulau yang sama dengan keluarga yang ditinggalkan. “Supaya hakim tidak terlalu jauh juga meninggalkan keluarga dan dengan transportasi yang masih terjangkau,” kata dia.
 
Dari aspek keakraban, Aidul juga berharap pola rotasi yang masih dalam satu pulau akan semakin mempererat hubungan antara hakim dengan anggota keluarganya. Yang apabila terpisah jauh akan jarang berinteraksi satu sama lain. “Pada titik tertentu mereka bisa ketemu lagi. Karena kalau terbiasa terpisah jika diketemukan malah tidak akur, itu banyak sekali (contohnya),” tambah Aidul. Terkait rekomendasi KY sendiri, hingga saat ini lembaganya belum memutuskan apa yang akan diberikan kepada MA. Menurut dia harus ada proses untuk sampai pada kesimpulan sikap KY. “Nanti ada putusannya lah kalau itu,” tutupnya.
 
Nah, itu sebabnya untuk sementara, ED dinon-aktifkan. ”Ketua PA Padangpanjang ED akan dinonaktifkan, karena digerebek bersama seorang pria yang bukan suaminya di hotel melati tengah malam. ED baru saja dilantik sebagai Ketua PA Padangpanjang,” ungkap Hakim Tinggi dan Humas Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Padang Damsyi Hanan seperti dilansir Pos Metro Padang, (12/10/2016). Dijelaskan, sejak kasus tertangkapnya ED di hotel melati mencuat, tim khusus PTA Padang sudah melakukan pemeriksaan langsung terhadap hakim ED. Setelah itu, hasil pemeriksaan diserahkan kepada Badan Pengawas (Bawas) Mahkamah Agung RI.
 
Terdapat tiga hakim tinggi yang ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan terhadap ED, yaitu Zulkifli Arif, Asparmunir dan Damsyi Hanan. Hasil pemeriksaan dari tim telah diberikan kepada Bawas MA, disertai rekomendasi dari PTA Padang, pada Selasa (11/10).  ”Salah satu yang direkomendasikan adalah pemberhentian,” tegas Damsyi Hanan. Sementara yang akan memutuskan sanksi terhadap ED, menurut Hanan, adalah putusan dari Majelis Kehormatan Hakim (MKH). Meski demikian, Hanan mengatakan, pelanggaran etik oleh hakim tergolong dalam pelanggaran berat, dengan ancaman tertinggi berupa pemberhentian terhadap status hakim serta kepegawaiannya. Dengan ditariknya ED ke PTA Padang, tugas Ketua Pengadilan Agama Padangpanjang saat ini diserahkan kepada wakil ketua untuk sementara waktu.***

Komentar

Loading...