Kepala Rutan Kelas II B Banda Aceh, Ungkap Kronologis Dugaan Bunuh Diri Napi

Kepala Rutan Kelas II B Banda Aceh, Ungkap Kronologis Dugaan Bunuh Diri Napi
Kepala Rumah Tahanan kelas II B Banda Aceh,Irhamuddin (tengah) Menyamapaikan keterangan pers,Senin 15/11/2021 (Foto: Firdaus Hasan)

Banda Aceh | Rizky Ramadhan (26) Narapidana Rumah Tahanan Kelas II B Banda Aceh diduga melakukan bunuh diri dalam sel isolasi tahanan.

Ia didakwa Pasal 112 Undang-Undang no 35 tahun 2009 tentang pemakai narkotika dengan masa hukuman penjara selama 4 tahun.

Padahal Rizky sudah menjalani masa penahanan selama hampir tiga tahun, dengan sisa satu tahun sembilan bulan 25 hari kedepan Ia bisa bebas. 

Kepala Rumah Tahanan Kelas II B Banda Aceh, Irhamuddin, dalam konfersi pers Senin (15/11/2021} mengatakan, Alm Rizky selama ini sebagai tenaga pendamping (Tamping) kebersihan di Rutan, Ia juga sudah mendapatkan pembebasan bersyarat di tanggal 31 Desember 2021.

Irhamuddin juga membenarkan bahwa pada (9/11/2021) terjadi peristiwa meninggal narapidana atas nama Rizky Ramadhan yang berada di kamar 10 (kamar isolasi). Bahwa Rizky Ramadhan sedang menjalani artinya sedang menjalani hukuman kerena dia melakukan pelanggaran tata tertib, salah satunya pelanggaran membantu pelarian yang terjadi di Rutan ini pada tanggal (14/10/2020) empat orang tahun lalu.

"Kebetulan yang satu ini telah ditangkap kembali dan dibawa kemari otomatis diperiksa, dari hasil pemeriksaan itu tersebutlah nama yang membantu pelarian tersebut Rizky Ramadhan," ucapnya. 

Karena itu dilakukan pemeriksaan dan terbukti terlibat, lalu kita masukan ke dalam sel isolasi.

Kejadiannya pada tanggal 9 November 2021, waktu itu petugas melakukankan kontrol, ditemukan bahwa almarhum Rizky sudah terduduk dalam keadaan lemas dalam sel dengan posisi jeratan di lehernya menggunakan baju lengan panjang yang bersangkut di pintu.

"Karena beliau pendek jadi tergantung di pintu dengan kondisi lemas, melihat keadaan tersebut maka Rizky langsung dibawa ke klinik dan tim kesehatan yang menangani, karena pada saat dianggkat masih keadaan bernafas dan ditangani langsung oleh tim kesehatan yang ada di Lapas," ungkapnya.

Kita sudah dilakukan upaya-upaya penyelamatan penangan pertama, oleh tim dokter di klinik menyatakan harus segera dibawa ke rumah sakit supaya ada penaganan lebih khusus lagi. Makanya ketika itu juga kita bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin. "Yang bersangkutan langsung masuk ICU, tak lama kemudian yang bersangkutan dinyatakan telah meninggal dunia," sebutnya.

Saat dibawa ke rumah sakit, kita telah menghubungi keluarga tetang peristiwa yang terjadi, dari pihak keluarga diminta langsung dibawa ke rumah.

"Kami sifatnya terbuka, apabila saat pengambilan tersebut pihak keluarga melakukan visum atau sebagainya, kami terbuka. Makanya kami tanyakan ke keluarga keluarga meminta langsung dibawa ke rumah saja untuk dimakamkan," jelasnya.

Menurutnya, yang bersangkutan pernah turut membantu narapidana melarikan diri di tahun 2020, meskipun yang bersangkutan tidak ikut serta, akibat dari kelakuan Alm. Rizky maka semua hak atas pembebasan bersyarat dicabut dan mendapat kurungan isolasi selama 6 hari.

Selama menjalani isolasi Alm. Rizky terlihat mengikuti kegiatan seperti senam pagi dan berjemur di pagi hari selama dua hari. 

Atas kejadian ini kami sudah melaporkan secara tertulis baik Kanwil Kumham Aceh sampai ke Kementrian Hukum dan HAM di Jakarta. "Serta kami buat laporan ke Kapolsek tembusan ke Polresta Kota Banda Aceh, sehingga Kapolsek melakukan penyelidikan terhadap meninggalnya salah satu napi bernama Rizky," sebut Irhamuddin.

"Kami juga menyimpulkan bahwa Kejadian tersebut murni upaya bunuh diri yang dilakukan oleh bersangkutan, tentang lebam-lebam memang sudah berada kondisi demikian, kalau ada tindakan prosedur dari kami tentu kami siap untuk diperiksa," tutupnya.***

Komentar

Loading...