Breaking News

Terkait AMDAL Pembangunan Rumah Sakit Regional Tipe B Bireuen

Kepala Pertanahan Bireuen: AMDAL Sudah Sesuai, Silakan WALHI Menggugat

Kepala Pertanahan Bireuen: AMDAL Sudah Sesuai, Silakan WALHI Menggugat
Kepala Pertanahan Bireuen, Hanafiah
Penulis
Rubrik

Bireuen | Terkait penolakan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh terhadap Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), Pembangunan Rumah Sakit Umum Regional Tipe B dr. Fauziah Bireuen, dengan dalih tidak sesuai Rencana Tata Ruang Wilyah (RTRW). Kepala Pertanahan Kabupaten Bireuen Hanafiah mempersilakan Walhi Aceh menggugat jika soal AMDAL itu tak sesuai.

“Silakan kalau WALHI ingin menggugat, kita sudah mempunyai surat lengkap dari Kepala Tata Ruang, BKPRD, tata ruang sedang direvisi. Setelah rapat kemarin di provinsi sudah diputuskan AMDAL dan sudah sesuai,” jelasnya, Jumat 22 November 2019 di Pendopo Bupati Bireuen.

Itu ditegaskannya menanggapi keberatan dari WALHI Aceh tentang AMDAL Rumah Sakit Umum Regional Tipe B yang direncanakan dibangun di Desa Cot Buket, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen.

WALHI Aceh menurut Hanafiah berpedoman pada dokumen yang mereka miliki atau dokumen yang dipegang WALHI itu. “Namun setelah kami datang ke provinsi disertai dokumen-dokumen yang lengkap, secara rapat sudah sah. Masalah WAHLI Aceh bilang tidak sah, itu sah-sah saja menurut WALHI Aceh,” tegasnya.

Berita Acara soal AMDAL itu sudah sah kata Hanafiah dan sudah dikirim Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Aceh.

”Jadi tidak ada kendala lagi mengenai AMDAL dan sudah bisa dilanjutkan. WALHI perpedoman pada dokumen yang dibagikan konsultan pada saat sidang kepada peserta rapat. WALHI Aceh juga ikut sidang. Disitukan tidak ada surat Ketua BKPRD yang mengatakan AMDAL itu sudah sah,” sebut Hanfiah.

Sebelumnya Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh, menolak pembangunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Pembangunan Rumah Sakit Umum Regional Tipe B dr. Fauziah Bireuen. Alasannya, karena tidak sesuai Rencana Tata Ruang Wilyah (RTRW).

Padahal, AMDAL rumah sakit itu sudah dibahas Komisi Penilai AMDAL (KPA) Provinsi Aceh, Selasa, 19 November 2019, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Aceh.

Sementara itu, rumah sakit yang menjadi rujukan bagi pasien dari Kabupaten Aceh Utara, Lhokseumawe, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan beberapa kabupaten lain ini, telah dilakukan penetapan lokasi dan izin prinsip dari Bupati Bireuen.

Namun, rencana pembangunan RSU Regional dr. Fauziah Bireuen ini, menurut WALHI Aceh, tidak sesuai dengan RTRW. WALHI Aceh merujuk kepada Qanun Kabupaten Bireuen, No:  7 Tahun 2013, tentang RTRW, Kabupaten Bireuen Tahun 2012 – 2032.

Nah, Pasal 23 disebutkan, pengembangan prasarana kesehatan Rumah Sakit Umum tipe B terletak di kawasan perkotaan Matangglumpangdua atau berada di Gampong Blang Asan.

Untuk pembangunannya di Desa Cot Buket, Peusangan, bukan Blang Asan. Ini sejalan dengan Surat Keputusan Bupati Bireuen No: 414 Tahun 2018, tentang penetapan lokasi pengadaan tanah untuk pembangunan RSU Regional Kabupaten Bireuen, juga izin prinsip Bupati Bireuen, Nomor: 445/124, tanggal 6 November 2018.

Menurut WALHI Aceh, Desa Cot Buket secara tata ruang diperuntukan untuk Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) atau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan lokasi pengolahan limbah.

Selain itu, pertanian lahan basah, kawasan pertambangan non logam (komoditas Lempung), pengembangan industri kerajinan (gerabah, keramik, batu bata, dan batako), kawasan keamanan Negara dan sistem jaringan seluler atau tanpa kabel.

“Jadi secara RTRW Kabupaten Bireuen, alokasi ruang untuk pembangunan Rumah Sakit Tipe B berada di Gampong Blang Asan, bukan di Cot Buket. Temuan ini sudah disampaikan WALHI Aceh dalam sidang AMDAL tersebut,” jelas Eksekutif Daerah WALHI Aceh Muhammad Nur, SH kepada media ini melalui siara pers.***

Komentar

Loading...