Hasil Tes Urin Balon Kepala Daerah

Kepala BNN Aceh: Ada Yang Gunakan Obat Kuat

Kepala BNN Aceh: Ada Yang Gunakan Obat Kuat

Banda Aceh | Kepala Badan Narkotika Nasional-Aceh, Armensyah Thay mengungkapkan. Hasil tes urin bakal calon (balon) gubernur dan wakil, bupati, walikota serta wakil dari 20 kabupaten dan kota, dinyatakan nihil mengunakan atau sebagai pemakai narkoba.

“Dari hasil tes urin dan wawacara dengan dokter BNN, mereka dinyatakan negatif sebagai pemakai atau penguna narkoba,” begitu kata Armensyah Thay pada media ini, Rabu siang, 28 September 2016 di Banda Aceh.

Sebaliknya kata mantan Kapolresta Banda Aceh ini. Dari sejumlah balon yang ada, ditemukan lima kandidat yang mengunakan obat-obatan, sesuai atau yang disarankan dokter. Misal, obat diabetes (gula), hipertensi dan suplemen lainnya hingga obat kuat.

Selain memeriksa urin, pihak BNN Aceh juga melakukan wawancara dengan sejumlah bakal calon saat ditemukan adanya kandungan zat yang mencurigakan dalam tubuh mereka. Begitupun, setelah dikonfirmasi obat yang dikonsumsi serta meminta resep dokter, diketahui bahwa yang obat dikonsumsi itu, sesuai dengan resep dokter dan masih dalam batas teloransi atau tidak termasuk dalam kreteria pengunaan narkoba.

“Ada lima kandidat atau daerah yang terindikasi mengunakan obat kuat dan suplemen. Ini berdasarkan hasil tes urin dan wawancara dengan dokter BNN Aceh,” ungkap Armensyah Thay.

Saat temuan itu kata Armensyah Thay, pihaknya langsung melakukan konfirmasi kepada yang bersangkutan. Misal, meminta lihat jenis obat serta resep dokter. Nah, dari sanalah dapat dipastikan bahwa obat yang digunakan benar-benar sesuai resep dokter dan bebas dari unsur narkoba.

“Ini penting, sebab ada jenis obat tertentu dan sesuai resep dokter yang mengandung amphitamine dalam jumlah kecil atau tertentu. Karena itu, mereka tidak bisa dikatakan sebagai penguna narkoba,” tegas Armensyah Thay.

Begitupun, dia tak bersedia merinci siapa saja nama balon kepada daerah yang mengunakan suplemen atau obat kuat tersebut. “Wah, ndak etis kalau saya sebutkan namanya, yang pasti dari balon Walikota Banda Aceh, ada juga,” sebutnya.

Menjawab media ini, apakah tes urin beberapa hari lalu itu bisa dikatakan sebagai jaminan bahwa ada balon kepada daerah di Aceh bebas narkoba? Menurut Armensyah Thay, pihaknya tak bisa memastikan. Bisa saja, yang bersangkutan tidak mengunakan karena akan mengikuti pemeriksaan kesehatan dan narkoba. Tapi, jika pun itu terjadi, pihaknya dapat mengetahui secara pasti. Sebab, pengaruh zat adaktif itu bisa terditeksi hingga setahun paska pengunaan.

“Selain itu, dari raut wajah kami bisa menduga dan mendikteksi siapa penguna narkoba tersebut,” ungkap Armensyah Thay.

Dia berharap, kondisi ini benar-benar dapat dipertahankan para balon kepala daerah. Jika tidak, bukan mustahil akan ketahuan di kemudian hari. “Ya, seperti yang terjadi di beberapa daerah. Begitu terpilih dan dia mengunakan narkoba, pasti ketahuan dan tertangkap. Sebab, narkoba akan tetap membuat si pemakai menjadi ketagihan.***

Komentar

Loading...