PT. Trans Continent Angkat Kaki dari KIA Ladong (Bagian dua)

Kenapa Zubir Sahim Memilih Bungkam?

Kenapa Zubir Sahim Memilih Bungkam?
Dirut PT. PEMA Zubir Sahim (Foto: MODUSACEH.CO)
Rubrik

Sistem drainase buruk, akibatnya lahan yang sudah dimatangkan PT. Trans Continent, kembali tergenang air.  Soal sewa menyewa lahan juga belum selesai. Bayangkan, sampai saat ini PT. PEMA yang dipimpin Zubir Sahim belum menerbitkan mekanisme penyewaan lahan. Sayang, mantan Kepala BPKS Zubir Sahim memilih bungkam. Kenapa?

“Tidak jelas sama sekali mekanisme sewa menyewanya. Fasilitas yang memadai juga belum ada. Komunikasi dengan PT. PEMA yang ditunjuk Pemerintah Aceh juga tak ada kemajuan,” begitu ungkap CEO PT. Trans Continent Ismail Rasyid saat dikonfirmasi media ini, Sabtu siang.

Di sisi lain, secara tertulis Ismail Rasyid juga mengirim surat resmi kepada Pemerintah Aceh melalui PT. PEMA. Namun, gayung tak bersambut, sementara sejak enam bulan lalu kata Ismail Rasyid, pihak telah mengeluar dana puluhan miliar untuk pengadaan alat-alat kerja.

“Ini murni bisnis, kami harus tetap membayar cicilan plus overhead untuk operasional untuk Trans Continent Cabang Aceh, Rp600 juta rupiah setiap bulan. Ditambah depresiasi dan kerusakan alamiah yang terjadi karena faktor lingkungan,” ungkap Ismail Rasyid.

20200516-kia-ladong

Lokasi KIA Ladong (Foto: MODUSACEH.CO)

Sebelumnya, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah sempat sesumbar. “Kita akan mulai dari industri-industri halal seperti makanan kecil, handicraft dan lain sebagainya, sehingga nantinya kita mampu memutus ketergantungan dari daerah lain,” ujar Nova, saat meresmikan ground breaking pada Agustus 2019.

Nah, berangkat dari motto; Aceh Hebat! Nova menawarkan beberapa kemudahan pada para investor. Termasuk kemudahan perizinan dan pemberian insentif. Kata Nova, Kementerian Perindustrian juga akan membangun sekolah-sekolah vokasional maupun pusat pelatihan untuk mendukung kebutuhan tenaga terampil di kawasan KIA.

Mengamini pernyataan “sang tuan” yaitu; Nova Iriansyah, Ketua Tim Percepatan Pemanfaatan Kawasan Industri Aceh (P2KIA), Mustafa menyebut, pembangunan KIA Ladong sudah dilakukan sejak tahun 2009. Tapi, sempat terhenti dan baru dilanjutkan kembali setelah dibentuknya P2KIA tahun 2015.

Untuk memenuhi kebutuhan energi listrik kata Mustafa, PLN yang sudah berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan listrik. Saat ini, PLN juga sedang membangun PLTG kapasitas 50 MW di Ladong. Sedangkan untuk kebutuhan air bersih akan diambil dari Sungai Krueng Aceh melalui PDAM Tirta Montala Aceh Besar.

Entah benar atau sekedar menabur “janji manis”. Mustafa juga menyampaikan bahwa, saat ini sudah ada calon investor dari Malaysia dan Korea yang berencana untuk berinvestasi di KIA, begitu juga dengan beberapa pengusaha lokal lainnya yang ada di Aceh.

20200516-kia-ladong2

Armada PT. Trans Continent mengangkut semua peralatan dari KIA Ladong (Foto: MODUSACEH.CO)

Sebut saja, PT. Medan Tropical Canning (industri hasil laut), PT. Invilon Sagita (Industri Pipa), PT. Asia Sakti Wahid Foods Manufacture (produksi biskuit) dan Trans Continent (perkapalan, logistik dan transportasi). Selain itu, ada perusahan dari luar negeri yaitu, Perusahaan Sany Group dari Cina dan Taiwan Port Operator (Port of Kaohsiung) dari Taiwan.

Yang jadi soal adalah, akankah semua perusahaan dalam dan luar negeri tadi tetap berinvestasi di Aceh, setelah Ismail Rasyid (putra daerah) yang kaya pengalaman dalam serta luar negeri justeru angkat kaki?

Nah, salah satu jawaban sebenarnya dari Dirut PT. PEMA Zubir Sahim. Sebab, dialah pioner utama yang membawa pulang Ismail Rasyid ke Aceh. Sayang, ketika dikonfirmasi media ini, Sabtu pagi, Zubir Sahim memilih bungkam. "Maaf ya, ndak enak Abang Bicara," kata Zubir Sahim. Kenapa?***

Komentar

Loading...