Ini Lokasi Sumber Panas Bumi di Aceh

Kenapa Harus Ngotot Proyek PT. Hitay Panas Energy di Lapangan KAFI?

Kenapa Harus Ngotot Proyek PT. Hitay Panas Energy di Lapangan KAFI?
Desain Gambar: Riski Maulana
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Berdasarkan data yang diperoleh MODUSACEH.CO dari Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Teuku Irwan Djohan, Senin (21/11/2016), sebenarnya ada 17 lokasi sumber panas bumi (Geothermal) di Aceh. Untuk Gayo Lues saja, menurut Teuku Irwan Djohan ada tiga. Bahkan ada yang lebih besar potensi panas buminya dibandingkan tempat yang ingin dijadikan proyek PT. Hitay Panas Energy yaitu lapangan KAFI, Gayo Lues. Tempat lain yang dimaksud Irwan Djohan adalah Lapangan Dolok yang diperkirakan panas buminya 25 Megawatt (MW), Lapangan Gunung Kembar,  Gayo Lues potensinya sebesar 92 Megawatt, dan Lapangan KAFI 25 MW. “Sumber Panas Bumi di Gayo Lues tidak hanya di Lapangan KAFI, tapi ada tiga lokasi,” kata Teuku Irwan Djohan, Senin sore. Sedangkan daerah lain, di Bumi Serambi Mekkah ini, tersebar di Lapangan Iboih, Sabang sebesar 25 MW, Lapangan Lho’ Pria Laot, Sabang 50 MW, Lapangan Jaboi Kueneukai, Sabang 50 MW, Lapangan Ie Su’um, Krueng Raya, Aceh Besar  potensinya 63 MW, Lapangan Seulawah Agam, Aceh Besar 185 MW. Kemudian ada lagi potensi panas bumi di Alue Canang, Pidie sebesar 25 MW, Alue Bangga, Pidie 100 MW, Lapangan Tangse, Pidie 25 MW. Lalu datarang tinggi Gayo Lapangan Gunung Geureudong, Aceh Tengah 120 MW, Lapangan Silih Nara, Aceh Tengah 100 MW, Lapangan Simpang Balik, Bener Meriah 100 MW, Lapangan Meranti, Aceh Timur 25 MW, dan Lapangan Brawang, Aceh Tamiang 25 MW.

Lanjut Irwan Djohan, bila lokasi lain jika mau dimanfaatkan oleh PT. Hitay Panas Energy, tak hanya menyuplai arus listrik untuk Gayo Lues, namun yang potensinya lebih besar dari Lapangan KAFI, bisa memenuhi kebutuhan listrik seluruh Aceh. “Jadi lokasinya bukan hanya di Lapangan KAFI saja, banyak tempat lain,” ujar Teuku Irwan Djohan. Tapi, Kepala Balas Basar Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Andi Basrul dalam suratnya mengatakan, yang menjadi pertimbangannya bahwa sebahagian besar desa-desa di Kabupaten Gayo Lues, belum mendapat pasokan listrik. Sehingga, masyarakat Gayo Lues sangat membutuhkan penerangan listrik seperti daerah lain, tentu untuk kesejahteraan hidup yang lebih baik. Sementara itu, dalam surat Gubernur Aceh dr. Zaini Abdullah tertanggal 16 Agustus 2016 nomor 677/14266 hal dukungan pengembangan potensi panas bumi oleh PT. Hitay Panas Energy yang ditujukan pada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta.

Dalam surat Abo Doto itu meminta pada Menteri agar merevisi sebahagian zona inti menjadi zona pemanfaatan dan dapat memberikan izin kepada PT. Hitay Panas Energy melakukan eksplorasi potensi panas bumi. Revisi aturan dimaksud adalah Qanun Aceh nomor 19 tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Aceh tahun 2013-2033. Permintaan itu juga sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 108 tahun 2015, pemanfaatan potensi panas bumi dapat dilakukan pada kawasan Taman Nasional.***

Komentar

Loading...