Breaking News

Kemenkes Belum Pastikan Obat Covid Molnupiravir Diberikan Gratis

Kemenkes Belum Pastikan Obat Covid Molnupiravir Diberikan Gratis
Obat Covid Molnupiravir. (Foto: via REUTERS/MERCK & CO INC)
Penulis
Rubrik
Sumber
cnnindonesia.com

Jakarta | Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengaku belum memutuskan teknis pemberian obat virus corona (Covid-19) Molnupiravir secara gratis atau berbayar.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyebut, hingga saat ini pihaknya masih melakukan kajian dan menunggu hasil evaluasi uji klinik Molnupiravir oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Belum ya, masih akan dibahas dengan organisasi profesi tentang indikasi penggunaannya. Sambil kita menunggu selesainya uji klinis dan publikasinya," kata Nadia, Kamis (11/11/2021).

Nadia menjelaskan, niat pemerintah untuk membeli obat ini guna mengantisipasi gelombang ketiga covid-19. Pemerintah tidak ingin kondisi buruk pada Juni-Juli 2021 terulang.

Kemenkes sudah membeli Molnupiravir sebanyak 600-1 juta tablet. Namun Nadia belum bisa memastikan kapan obat produksi perusahaan farmasi Amerika Serikat itu akan didatangkan ke Indonesia.

"Kalau kedatangan belum dapat kepastian dari produsennya," ujar Nadia.

Mololnupiravir yang dikembangkan oleh Ridgeback Biotherapeutics LP dan Merck & Co ini baru saja menyelesaikan uji klinis fase 2. Pemberian Molnupiravir khusus pada pasien Covid-19 dewasa yang terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.

Sementara ini, Merck belum mengumumkan uji klinis fase 3 Molnupiravir. Badan Obat dan Makanan Amerika (FDA) belum memberikan persetujuan untuk penggunaan obat Covid-19 Molnupiravir. Namun, Inggris sudah mengizinkan obat Molnupiravir untuk pasien covid-19 di negaranya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya menyebut harga Molnupiravir tergolong murah karena membutuhkan kurang dari Rp1 juta untuk pengobatan satu pasien Covid-19 hingga sembuh.***

Komentar

Loading...