Kejati Aceh Resmi Tahan Mantan Bupati Simeulue

Kejati Aceh Resmi Tahan Mantan Bupati Simeulue
Darmili (Foto: antara)
Penulis
Sumber
Reporter Banda Aceh

Banda Aceh | Hari ini, Senin (29/7/2019), penyidik Kejaksaan Tinggi Aceh resmi menahan mantan Bupati Simeulu Darmili. Penahanan dilakukan setelah Darmili menjalani pemeriksaan di Kantor Kejati Aceh. Selanjutnya, Darmili ditahan di Lapas Kajhu Aceh Besar.

“Benar, Pak Darmili kita tahan,” Kata Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Aceh Munawal di Banda Aceh. Karena statusnya sebagai, Darmili terpaksa memakai rompi orange, dan dikawal penyidik dalam mobil tahanan. Sebelum ditahan Darmili menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Aceh Munawal menyebutkan. Penahanan Darmili, setelah Kejati Aceh menerima surat izin dari Plt Gubernur Aceh terkait perkara kasus korupsi yang menjerat mantan Bupati Simeulu yang kini juga menjabat sebagai anggota DPRK di Simeulue.

20190729-dar

Saat Darmili jalani pemeriksaan, mobil tahanan sudah berada di pintu belakang Kantor Kejati Aceh. Lazim terjadi, jika mobil tahanan sudah berada di Kantor Kejati Aceh, ada tersangka yang akan di bawa ke Lapas. “Ya itu, sesuai prosedur tetap (protap),” kata Munawal.

Sebelumnya, Kejati Aceh telah menerima surat izin untuk penahanan Darmili yang ditandatangani Plt Gubernur Aceh. "Surat izin penahanan dari Plt Gubernur Aceh sudah kita terima dan tersangka Darmili sedang kita periksa, beliau didampingi penasehat hukumnya." terang Asintel T Rahmatsyah, didampinggi Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Aceh Munawal.

Darmili dijerat kasus dugaan korupsi Perusahaan Daerah Kabupaten Simeulue (PDKS) dengan potensi kerugian negara mencapai Rp 51 miliar dari total kerugian seluruh kasus yakni Rp 74 miliar. PDKS Simeulu adalah perusahaan daerah yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit. Perusahaan ini pertama didirikan tahun 2002 dan dihentikan operasionalnya pada 2012, karena tidak berdampak positif bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Simeulue meski telah menghabiskan anggaran Rp 227 miliar sejak 2002.***

Komentar

Loading...