Diduga Pembangunan Jaringan Air Bersih di Pulau Breuh Bermasalah

Kejati Aceh Mulai Minta Keterangan Sejumlah Pejabat BPKS

Kejati Aceh Mulai Minta Keterangan Sejumlah Pejabat BPKS
Penampungan air bersih yang diduga tidak berfungsi (Foto: Ist)

Sabang | Diduga, proyek pembangunan jaringan air bersih di Pulau Breuh, Kabupaten Aceh Besar, tahun anggaran 2017 dan 2018 lalu sarat bermasalah.

Itu sebabnya, penyidik Kejaksaan Tinggi Aceh kabarnya mulai memanggil dan meminta keterangan dari sejumlah pejabat dan mantan Kepala BPKS.

Sumber di jajaran BPKS Sabang mengungkap. Selain mantan Kepala BPKS Sayed Fadhil juga tersebut nama Fajri (mantan Plt Kepala BPKS) Sabang.

Selain itu, ada nama Yudi Saputra (PPK tahun anggaran 2018), T. Harri Kurniansyah (PPK perencanaan dan pembebasan lahan), Makimuddin Asmar (PPK Pulo Aceh tahun anggaran 2017) serta Zaldi (KPA tahun anggaran 2018).

20200915-air3

Jaringan pipa air bersih Lapeng Lampuyang terbakar karena tidak ditanam dan masuk dalam area kebun milik warga (Foto: Ist)

Kata dia, masuknya laporan tadi pada aparat penegak hukum, diduga karena adanya laporan masyarakat Sabang dan Pulau Aceh. 

Data yang diperoleh media ini menyebut, pemanggilan itu berdasarkan surat Kejati Aceh, Nomor: 2968/LI5/Fd.I/09/2010, tanggal 10 September 2020 yang ditujukan kepada Kepala BPKS.

Isinya menyebut, sehubungan dengan penyelidikan dugaan penyimpangan anggaran pembangunan jaringan air bersih di Pulau Breuh, BPKS Sabang, tahun anggaran 2017-2018.

20200915-air2

Foto: Ist

Surat ini ditanda tangani Asisten Tindak Pidana Khusus, Kejati Aceh, R.Raharjo Yusuf Wibisono. “Kalau tidak salah, mereka diminta datang dan dimintai keterangan di Gedung Kejati Aceh tanggal, 18 September 2020 mendatang,” ungkap seorang staf BPKS di Sabang.***

Komentar

Loading...