Kejari Hukum Cambuk 16 Orang Warga Simeulue

Kejari Hukum Cambuk 16 Orang Warga Simeulue
Penulis
Rubrik
Sumber
Reporter Simeulue 02

Simeulue | Kejaksaan Negeri Simeulue melaksanakan hukuman cambuk terhadap 16 orang pelanggar Qanun Nomor 13 dan 14 tahun 2013 tentang maisir, khamar, dan khalwat, di halaman Mesjid Baiturrahma Kota Sinabang, Jumat, 22/12/2017.

Dari 16 orang yang dicambuk itu sepuluh orang diantaranya terlibat kasus perjudian, dengan hukuman cambuk 9 kali, empat orang kasus khalwat termasuk dua orang perempuan, masing dicambuk sebanyak 27 dan 26 kali dipotong masa tahanan selama 98 dan 87 hari, serta dua orang terlibat kasus khamar, dengan hukuman cambuk masing-masing 6 dan 9 kali.

Prosesi hukuman cambuk yang dilaksanakan selepas shalat Jumat tersebut, turut disaksikan ratusan masyarakat Kota Sinabang dan sekitarnya, serta sejumlah pejabat di lingkup Simeulue. Tiga orang algojo yang menggunakan jubah, melakukan cambuk dengan menggunakan rotan yang dilakukan dengan pemanggilan secara satu persatu pada tiap orang naik ke pentas yang telah disediakan.

Kepala Kejaksaan Negeri Simeulue, Jamaludin, SH, MH mengatakan. Hukuman cambuk ini dilaksanakan berdasarkan putusan yang telah ditetapkan dan telah disahkan selama tahun 2017 ini. "Hukuman ini dilakukan setelah melalui proses yang panjang, dan telah memiliki ketetapan hukum selama tahun 2017 dan selanjutnya pelaksanaan," terang Jamaludin.

Pengakuan serupa juga disampaikan Kepala Dinas Syariat Islam Simeulue, Fadlun HR mengatakan, semua yang dicambuk hari ini tercatat sebagai warga Kabupaten Simeulue yang melakukan pelanggaran syariat selama tahun 2017.  "Semua yang melanggar ini warga Simeulue, tidak ada warga luar," tuturnya.

Lanjutnya, hukuman cambuk ini semoga menjadi pelajaran bagi masyarakat Simeulue agar menghindari hal-hal yang melanggar syariat, dan bagi yang melanggar semoga secepatnya bertobat. "Hukuman cambuk ini semoga bisa menjadi cemeti bagi kita semua, untuk menjaga diri dari hal yang berbau maksiat dan yang melanggar untuk segera bertobat," terang Fadlun.***

Komentar

Loading...