Dugaan Pengeladapan Pajak

Kejari Banda Aceh Tahan SD

Kejari Banda Aceh Tahan SD
Foto: Ilustrasi/bisnisbandung.com

Banda Aceh | Kejaksaan Negeri Banda Aceh, akhirnya  menahan SD, tersangka dugaan penggelapan pajak di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA), Rp443 juta lebih. Itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Banda Aceh Erwin Desman, melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Negeri Banda Aceh, Iskandar di Banda Aceh, Jumat (19/10/2018). Dia mengatakan, tersangka berinisial SD ditahan untuk 20 hari ke depan.

"Tersangka SD ditahan di Rumah Tahanan Banda Aceh di Kahju, Aceh Besar. Tersangka ditahan karena dikhawatirkan melarikan diri serta menghilangkan barang bukti, serta tidak kooperatif saat pemeriksaan sewaktu persidangan nanti," ungkap dia pada media pers di Banda Aceh.

Iskandar menyebutkan, tersangka merupakan Bendahara Jasa Layanan Badan Layanan Usaha Daerah Rumah Sakit Ibu dan Anak Banda Aceh pada 2014. Tersangka diduga menggelapkan pajak rumah sakit milik Pemerintah Aceh tersebut.

"Tersangka SD tidak menyetorkan pajak yang sudah dipungut yakni PPh Pasal 21, 22, 23, dan SPT Masa PPn sejak Januari hingga Oktober 2014. Akibat perbuatan tersangka, negara dirugikan Rp443 juta lebih," tuturnya.

Perbuatan tersangka SD melanggar Pasal 39 Ayat (1) Huruf C dan Huruf I Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang ketentuan umum dam tata cara perpajakan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 juncto Pasal 64 ayat 1 KUH Pidana.

Iskandar menyebutkan, kasus penggelapan pajak di Rumah Sakit Ibu dan Anak Banda Aceh ditangani penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Aceh. Kemudian, kata dia, berkas perkara beserta barang bukti dan tersangka dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Aceh melalui Kejaksaan Negeri Banda Aceh. Selanjutnya, kejaksaan akan membuat surat dakwaan sebelum dilimpahkan ke pengadilan.

"Kami segera membuat surat dakwaan dan melimpahkan perkara ini ke pengadilan. Sebelumnya, tersangka SD juga pernah dihukum percobaan enam bulan dalam perkara pidana asusila," ujar Iskandar.

Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Aceh, Ahmad Djamhari menetapkan SD, mantan Bendahara Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Banda Aceh, sebagai tersangka tindak pidana perpajakan. Keputusan ini diumumkan melalui temu pers di Gedung Keuangan Negara, Gedung B. Jln. Teungku Chik Ditiro, Banda Aceh. Kamis, 18 Oktober 2018.

Menurut  Kanwil DJP Aceh, dikabarkan tahun 2014, SD menjabat sebagai Bendahara Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Banda Aceh. Diduga, SD telah memungut PPh Pasal 21, PPh Pasal 22, dan PPN diambil dari surat  pencairan dana (SP2D) yang telah dicairkan. Namun, tidak menyetorkan pajak tersebut ke kas Negara.

20181021-temu-pers-kepala-kantor-wilayah-direktorat-jenderal-pajak-djp-aceh

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Aceh, Ahmad Djamhari menetapkan SD sebagai tersangka pengelapan pajak (Foto: Dok. MODUSACEH.CO)

Pada periode tersebut kata Ahmad Djamhari, SD tidak melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pada masa yang menjadi kewajiban membayar pajak itu, saat dia sebagai bendahara ke KPP Pratama Banda Aceh. Diduga perbuatan tersangka mengakibatkan kerugian negara Rp 443 juta lebih.

Perbuatan tersangka SD, melanggar Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP) pasal 39 ayat (1), Huruf C yang mengatur bahwa setiap orang dalam ketentuan dengan sengaja tidak menyampaikan surat pemberitahuan. Huruf I yang mengatur bahwa setiap orang dengan sengaja tidak menyetorkan pajak yang telah dipotong atau dipungut.

Nah, perbuatan SD dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan Negara dan diancam pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak empat kali lipat dari jumlah pajak terutang yang tidak dibayar.

Kegiatan penyelidikan ini dilakukan Kanwil DJP Aceh, mendapat dukungan dari Kepolisian Daerah Aceh melalui Ditreskrimsus. Kawil DJP, telah menyerahkan barang bukti untuk dilanjutkan ke proses hukum. Hasilnya, Jumat lalu, SD resmi ditahan tim penyidik dari Kejari Banda Aceh.***

Komentar

Loading...