Breaking News

Kejari Banda Aceh Belum Terima Hasil Audit Kerugiaan Negara Kasus Korupsi AWSC 2017

Kejari Banda Aceh Belum Terima Hasil Audit Kerugiaan Negara Kasus Korupsi AWSC 2017
Foto: dok. MODUSACEH.CO

Banda Aceh | Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Banda Aceh, Edi Ermawan, SH, MH melalui Kasi Pidsus, Koharuddin, SH, MH, didampingi Kasi Intelijen Muharizal, SH MH mengaku belum menerima hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), terkait kerugian negara dari kegiatan Aceh World Solidarity Cup (AWSC) Tahun 2017.

"Sampai hari ini belum diterima laporan tersebut, bagaimana mau kita lakukan penetapan tersangka sedangkan hasil periksaan kerugian keuangan negara belum diterima," kata Koharuddin.

Lanjut Koharuddin dalam kasus ini, Kejari Banda Aceh telah melakukan pemeriksaan 40 orang sebagai saksi diantaranya, pihak Dispora Aceh, Panitia (steering commite), dan sponsorship.

"Tetapi kembali lagi, hasil Audit BPKP belum kita terima jadi bagaimana mau kita lanjutkan perkara untuk P21," ujar Koharuddin.

Sementara Kepala BPKP Perwakilan Aceh, Indra Khaira, saat dikonfirmasi kembali, Selasa (16/11/2021) mengatakan, tidak tahu kenapa hasil audit tersebut belum sampai ke Seksi Intelijen Kejari Banda Aceh. 

Bisa jadi lanjut Indra, hasil audit tersebut masih diproses secara administrasi di internal BPKP Aceh.

“Tetapi substansi laporan hasil audit Aceh World Solidarity Cup 2017 tersebut sudah dibahas antara penyidik Kejari Banda Aceh dan auditor,” tutur Indra.

Tentang kapan diserahkan hasil audit Indra menjawab, sudah diserahkan pada Senin 8 November 2021.

"Mungkin proses administrasi di intern kami dan saja tetapi secara substansi laporan tersebut sudah dibahas antara penyidik dan auditor BPKP," kata Indra.

Sebelumnya diberitakan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh telah selesai melakukan Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) terkait dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan pengelolaan anggaran AWSC tahun 2017.

Kepala BPKP Aceh, Indra Khaira Jaya mengatakan, bedasarkan hasil PKKN kerugian negara dari kegiatan AWSC tahun 2017 mencapai Rp2,8 miliar lebih, dari total anggaran pelaksanaan Rp5,4 miliar lebih.

Selanjutnya BPKP akan segera melimpahkan ke Kejaksaan Negeri Banda Aceh. "Dalam waktu satu atau dua hari ini akan segera kita kirim hasil audit tersebut ke Kejaksaan Negeri Banda Aceh," kata Indra, Senin (8/11/2021).

Audit tersebut dilakukan BPKP berdasarkan surat yang dikirim Kejari Banda Aceh, dengan Nomor B-144/L.1.10/Fd.1/03/2021  yang meminta bantuan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh untuk melakukan Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) dalam kegiatan Aceh World Solidarity Cup Tahun 2017 yang terindikasi adanya tindak pidana korupsi.***

Komentar

Loading...