Sidang Lanjutan Damkar

Kedua Saksi Akui Inisiatif Pergantian Spesifikasi Damkar dari Maryami

Kedua Saksi Akui Inisiatif Pergantian Spesifikasi Damkar dari Maryami

Banda Aceh | Sidang lanjutan dugaan korupsi pengadaan Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) milik Pemerintah Aceh tahun anggaran 2015, kembali digelar Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh, Jalan Cut Mutia, Kampung Baru, Baiturrahman, Banda Aceh, Kamis, (06/07/17). Sidang ini dipimpin Deny Syahputra, SH (hakim ketua) bersama M. Nasir, SH dan M. Fatah Riyadhi, SH (anggota), dan menghadirkan 3 terdakwa yaitu Direktur dan Komisaris PT Dhezan Karya Perdana Deni Okta Pribadi dan Ratziati serta Ketua Pokja ULP Pemerintah Aceh Syahrial, namun disidang secara terpisah.  Sebenarnya, dalam kasus itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga telah menetapkan mantan Pejabat Pembuat Komitmen Dinas DPKA Siti Maryami sebagai tersangka, namun tidak disidang hari ini.

Sedianya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengadirkan 5 saksi dalam sidang ini, namun karena ada keperluan dan sedang berada diluar kota, hanya 2 orang saksi yang hadir, yakni Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rijal dan Kepala Bidang Darurat dan Logistik  (BPBD) Banda Aceh, Nata Kurnawan. Mendapat giliran pertama,  Nata Kurnawan mengakui dari beberapa kali menggelar sidang yang dihadiri Pejabat Pembuat Komitmen Dinas DPKA Siti Maryami, mantan Ketua Pokja ULP Pemerintah Aceh Syahrial, bersama dengan beberapa orang dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), dan BPBD Banda Aceh, Siti Maryami lebih berinisiatif mengganti spesifikasi mobil pemadam kebakaran. Saat rapat itu penjelasan Siti Maryami lebih banyak menjelaskan kenapa spesifikasi Damkar harus diganti. Nata juga mengakui, pernah mempertemukan Ratziati dengan Rusmadi, Kepala Bidang Pencegahan pada BPBD Banda Aceh. “Saya pernah mempertemukan saudara terdakwa dengan Rusmadi, namun saya tidak mengetahui apa yang mereka bicarakan,” sebut Nata.

Sekretaris BPBD Banda Aceh Rijal juga mengakui bahwa Siti Maryami sangat aktif supaya spesifikasi modil Damkar yang sudah diusulkan Walikota Illiza Saa’duddin Djamal untuk diganti. Namun, ia tidak mengerti persis apa perbedaan spesifikasi yang diajukan Walikota dengan spesifikasi yang dinginkan Siti Maryami. “Saya tidak mengerti banyak dengan mobil Damkar itu, yang penting tangganya sudah tinggi, itu saja majelis hakim,” ujar Rijal. Sedangkan keterangan untuk terdakwa Syahrial, Nata mengatakan tidak begitu kenal dengan Syahrial, namun pengakuan Neta, Siti Maryami pernah mengatakan bahwa Syahrial akan membantu proses pengadaan mobil Damkar. Sementara, keterangan dari Rijal adalah, Syahrial yang mengusulkan spesifikasi lain untuk mobil Damkar. “Yang saya tahu Syahrial yang mengusulkan spesifikasi lain, itu saja majelis hakim,” sebut Rijal. Selanjutnya, sidang ditunda Kamis depan (13/07/17), masih dengan agenda mendengar keterangan saksi.   

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh, menetapkan dan menahan empat tersangka terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Mobil Pemadam Kebakaran senilai Rp 17,5 miliar. Empat tersangka tersebut adalah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pendapatan dan Kekayaan Aceh (DPKA) Siti Maryami, Ketua Pokja UPL Aceh Syahrial, serta Dheni Okta Pribadi dan Raizianti Yusri selaku Direktur dan Komisaris PT Dheza Karya Perdana. Ketika itu, Kepala Kejari Banda Aceh Husni Thamrin mengatakan keempat tersangka itu akan dikenakan  pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1991 sebagaimana diubah dengan undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.***

Komentar

Loading...