Di Balik Pelimpahan Temuan Dana Desa Aceh Barat Rp 10 Miliar Lebih

Kasus Ringan ke Polres yang Besar di Kejaksaan

Kasus Ringan ke Polres yang Besar di Kejaksaan
Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Aceh Barat, Abdi Fikri. (ANTARA/HO)

Meulaboh | Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat Abdi Fikri, Sabtu (27/2/2021) menjawab konfirmasi lanjutan media ini, Kamis lalu, terkait tindaklanjut pelimpahan temuan dana desa.

Melalui pesan WhatsApp (WA), Abdi Fikri mengaku, desa yang telah mengembalikan keuangan negara tadi antara lain, Gampong Padang Seurahet, Kecamatan Johan Pahlawan, yang berasal dari anggaran tahun 2015 sampai anggaran tahun 2017.

Lalu, Gampong Padang Jawa Kecamatan Woyla, anggaran tahun 2017. Gampong Palimbungan, Kecamatan Kaway XVI, yaitu anggaran tahun 2016 sampai dengan tahun 2017.

Dan, Gampong Alue Sikaya, Kecamatan Woyla telah diputuskan bersalah oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banda Aceh.

Sekedar mengulang, dana Desa Alue Sikaya telah vonis adalah perkara korupsi yang dilimpahkan Polres Aceh Barat ke Jaksa.

Namun Abdi Fikri tidak menyebutkan berapa jumlah anggaran yang sudah dikembalikan beberapa desa tadi.

“Untuk saat ini, itu yang bisa saya sampaikan. Lebih dan kurang saya coba koordinasi lagi dengan bidang lain,” kata Kasi Intel Kejari Aceh Barat Abdi Fikri.

Nah, berdasarkan data yang diperoleh media ini, temuan dana desa yang dilaporkan Bupati Aceh Barat Ramli MS, terhitung sejak tanggal 24 April 2018 sampai 18 Desember 2018, sedikitnya ada 25 desa yang dilimpahkan ke Kejaksaan Aceh Barat.

Jumlah tersebut, termasuk dana desa yang dilimpahkan Polres Aceh Barat yaitu Alue Sikaya.

Dari 25 desa yang dilaporkan Bupati Aceh Barat Ramli MS, sisa temuan yang belum disetor, mencapai Rp7,9 miliar lebih.

Desa-desa itu adalah: Gampong Padang Jawa, Kecamatan Woyla, Padang Seurahet, Johan Pahlawan, Gampong Pasi Mali, Woyla Barat, Gampong Suak Trieng, Kecamatan Woyla.

Lalu, Gampong Alue Tampak, Kaway XVI, Gampong Pasi Lunak, Woyla, Gampong Pasi Meugat, Kaway XVI, Gampong Suak Keumude, Kecamatan Arongan Lambalek, Gampong Palimbungan, Kaway XVI, Gampong Marek, Kaway XVI, Gampong Pasi Panyang, Woyla Barat.

Ada pula Gampong Cot Lagan, Woyla, Gampong Keureuseung, Samatiga, Gampong Suak Ie Beso, Arongan Lambalek, Gampong Peut, Arongan Lambalek, Gampong Karak, Woyla Barat, Gampong Tanjong Meulaboh, Kaway XVI, Gampong Gunong Buloh, Sungai Mas, Gampong Bakat, Woyla, Gampong Leubok, Samatiga, Gampong Blang Beurandang, Johan Pahlawan, Gampong Pasi Birah, Woyla, dan Gampong Cot Lagan, Kecamatan Woyla Barat.

Bahkan, berdasarkan data yang diperoleh media ini, desa-desa yang dilimpahkan di Kejari tersebut, jumlah temuannya ada yang mencapai satu miliar lebih.

Contoh, Gapong Padang Seurahet, Rp1,4 miliar, Suak Ie Beso Rp1,6 miliar lebih. Sedangkan yang dilimpahkan di Polres Aceh Barat, nilai dugaan temuannya tidak ada yang mencapai satu miliar.

Lalu, jumlah dana desa yang dilimpahkan di Polres, hingga Senin, 22 Februari lalu, jumlah yang sudah disetor ke kas negara mencapai Rp 1,1 miliar lebih dari Rp 2,1 miliar lebih yang dilaporkan Bupati Ramli MS.

Sedangkan yang ditindak lanjuti Inspektorat, untuk tahun 2021 sudah diterima setoran per tanggal 22 Februari 2021 Rp 700 juta, itu tidak termasuk pengembalian tahun 2020, Rp5 miliar lebih.***

Komentar

Loading...