Penyidik Polda Aceh Proses BAP Laporan Hidayat

Kasus Dugaan Pengancaman Makmur Budiman Berlanjut

Kasus Dugaan Pengancaman Makmur Budiman Berlanjut

Banda Aceh | Penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Aceh, Selasa kemarin kembali memanggil Hidayat, wartawan media Indojayanews.com, untuk dimintai keterangan terkait laporan dugaan pengancaman yang telah dilakukan seorang pengusaha papan atas Aceh, H. Makmur Budiman.

Kepada MODUSACEH.CO, Hidayat menyebutkan, dirinya telah  menjalani pemeriksaan lanjutan (memberi keterangan) pada Subdit I Direktorat Kriminal Umum, Polda Aceh, terkait laporannya, Sabtu, 21 Maret 2020 lalu terhadap H. Makmur Budiman yang juga Ketua Kadin Aceh.

“Ya benar, kemarin saya dipanggil ke Polda Aceh. Awalnya saya datang sendiri sekira pukul 09.00 WIB, dan langsung menuju ke ruang pemeriksaan di Subdit I Ditkrimum. Saya diperiksa sebagai pelapor, dan belakangan pihak Polda Aceh juga telah memanggil salah satu saksi untuk memberikan keterangannya kepada penyidik,” kata Hidayat saat dihubungi media ini, Selasa, (1/4/2020).

Ditanyai lebih lanjut, Hidayat mengaku dirinya tidak tahu kapan Makmur Budiman akan dipanggil penyidik Polda Aceh. Tapi, menurutnya, ia menduga dalam waktu dekat Makmur Budiman juga akan segera dipanggil ke Polda Aceh.

“Karena saya lihat pihak kepolisian sepertinya tidak main-main, dan sangat serius dalam menangani kasus pengancaman ini. Bagi saya, semakin cepat Makmur Budiman dipanggil dan diperiksa, maka akan semakin bagus demi penegakan hukum. Karena sampai hari ini saya masih khawatir dengan keselamatan diri dan keluarga saya setelah pengancaman itu,” jelasnya.

Hidayat mengatakan, setelah pemeriksaan (BAP),  ia dimintai untuk menunggu kabar selanjutnya. Karena, menurut pengakuannya, Polda Aceh akan melakukan gelar perkara dalam waktu dekat.

Ia berharap kepada Kapolda Aceh Irjen Pol. Wahyu Widada, dapat segera menyelesaikan kasus pengancaman tersebut. Ia percaya, bahwa nama besar yang dimiliki Makmur Budiman, baik selaku pengusaha papan atas Aceh, maupun sebagai Ketua Kadin Aceh, tidak akan mampu melemahkan penegakan hukum yang telah ditangani Polda Aceh.

“Saya percaya Pak Kapolda Aceh yang baru tidak pandang bulu dalam menegakkan hukum. Apalagi mengenai keselamatan warga dari berbagai ancaman dan kekerasan,” ungkapnya.

Sebelumnya, wartawan Indojayanews.com, Hidayat melaporkan H. Makmur Budiman ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Aceh, Sabtu malam (21/3/2020), pukul 23.30 WIB.

Diduga, pengusaha Aceh ini telah melakukan pengancaman terhadap Hidayat, di Cafe Donya Drop Daruet, Lamdingin, Kota Banda Aceh, Sabtu, 21 Maret 2020.

Kepada media ini, Hidayat mengaku, dirinya didesak bertemu dengan Makmur sejak pukul 11.30 WIB siang, melalui pesan WhatsApp. Merasa aneh, Hidayat langsung menghubungi Makmur, dan mengajak bertemu.

"Awalnya merasa aneh saja, saya sempat menyampaikan hal itu ke beberapa kawan agar jika terjadi sesuatu, setidaknya pelaku sudah ketahuan siapa," katanya.

Hidayat melaporkan Makmur Budiman ke SPKT Polda Aceh, Sabtu (21/3/2020).

Lanjutnya, pertemuan itu hanya sekitar satu menit. Makmur bertanya kepada Hidayat, siapa yang menyuruh dia menulis berita tentang dirinya.

"Pak Makmur tanya, siapa suruh tulis berita tentang beliau, kemudian saya jawab bahwa saya dapat informasi dari berbagai media yang beredar. Dan, saya menulis berita itu hanya karena saya wartawan, bukan disuruh orang," ungkap Hidayat.

Menurut pengakuan Hidayat, Makmur Budiman datang menggunakan mobil Alphard warna hitam dengan nomor polisi B 2845 SIW, bersama beberapa orang.

"Satu orang keluar dari mobil dan diminta Pak Makmur untuk mengambil foto kami berdua lagi duduk, sedangkan yang lainnya menunggu dalam mobil. Sebelum beranjak, Pak Makmur mengancam akan mengirim ‘paket’ ke rumah saya malam ini," katanya.

Menurut Hidayat, pengancaman itu diduga untuk menjatuhkan mental dirinya selaku wartawan, karena tidak terima diberitakan.

"Mungkin berita terkait ledakan granat di rumah Kepala ULP Aceh, Sayid Azhary. Disitu saya menulis judul berita; Rumah Kepala ULP Aceh Digranat OTK, Terkait Monopoli Tender Proyek? Saya membuat tanda tanya, dengan maksud menanyakan apakah ada kaitan dengan dugaan monopoli tender proyek," jelasnya.

Begitupun, Hidayat mengaku, ia sama sekali tak peduli dengan ancaman Makmur Budiman. Namun ia hanya khawatir soal keselamatan keluarganya, karena Makmur sudah tahu lokasi rumahnya.

Bahkan, Hidayat mengatakan, kepala dusun tempat dirinya tinggal, telah menghubunginya dan menyampaikan ada orang tak dikenal (OTK), menanyakan letak rumah Hidayat.

Saat pengancaman, disaksikan Sekretaris YARA Provinsi Aceh Fakhrurrazi SH, Ketua YARA perwakilan Kabupaten Aceh Utara Iskandar, dan salah satu temannya yang kebetulan sedang berada di lokasi kejadian.

Hingga saat ini, MODUSACEH.CO, belum berhasil melakukan konfirmasi kepada Makmur Budiman, terkait kasus dugaan pengancaman dan pelaporan tersebut. Dihubungi melalui telpon seluler tidak diangkat, pesan melalui WhatsApp (WA),  juga tak berbalas.***

Komentar

Loading...