Kasus Gangguan Jiwa Karena Narkoba Meningkat di Aceh

Kasus Gangguan Jiwa Karena Narkoba Meningkat di Aceh
(Rahma Yanti/modusaceh.co)
Penulis
Rubrik
Sumber
Koresponden Banda Aceh

Banda Aceh | Azizurrahman, Kepala Humas Rumah Sakit Umum Jiwa (RSJ) Aceh mengatakan. Selama dua tahun terakhir pasien gangguan jiwa karena narkoba terus meningkat di Aceh. Walau tidak secara drastis, namun jumlahnya tidak menurun.

Itu disampaikan Azizurrahman pada MODUSACEH.CO di RSJ Aceh, Lampriet, Banda Aceh, Rabu (2/08/2018). Dia menyebutkan, tahun 2015 misalnya, dari 1.465 pasien gangguan jiwa yang berobat ke RSJ Aceh, 393 pasien dilakukan rawat inap. Nah, dari jumlah tersebut,  316 pasien laki-laki, dan 77 orang perempuan. Sambung Azizurrahman, untuk pasien yang mengalami gangguan jiwa karena narkoba mencapai 47 orang, akibat Schizoprenia atau tidak bisa terinci sakit jiwanya mencapai 212 orang, akibat gejala gangguan skizoafektif tipe manik atau gangguan mood/depresi berjumlah 34 pasien. Selanjutnya, akibat Skizofrenia Residual), atau adanya gangguan persepsi berjumlah 16 pasien, dan akibat stres 9 pasien, serta  akibat kegembiraan berjumlah 5 pasien. Selebihnya, atau 1.072 pasien yang dirawat jalan mengalami halusinasi.

Sedangkan, ditahun 2016, dari 1.972 pasien gangguan jiwa yang berobat ke RSJ Aceh, 314 pasien dilakukan rawat inap, baik pasien laki-laki yang berjumlah 265 pasien, dan pasien perempuan berjumlah 49 pasien. Dari jumlah 314 dirawat inap tersebut 49 pasien mengalami gangguan jiwa karena narkoba. Sementara, untuk pasien yang mengalami gangguan jiwa karena Schizoprenia atau tidak bisa terinci mencapai 165 pasien, dan akibat gangguan mental mencapai 65 pasien, serta akibat skizoafektif tipe manik atau gejala gangguan mood/ depresi berjumlah 22 pasien. 

Selanjutnya, akibat Skizofrenia Residual atau adanya gangguan persepsi berjumlah 8 pasien, dan akibat stres 8 pasien, serta  akibat kegembiraan berjumlah 7 pasien. Selebihnya, atau 1.600 lebih pasien yang dirawat jalan mengalami halusinasi.

Azizurrahman juga mengatakan, di RSJ Aceh terdapat 16 ruang, untuk merawat seluruh pasien gangguan jiwa rawat inap, sedangkan untuk pasien narkoba karena narkoba di rawat secara terpisah.

"Untuk pasien gangguan jiwa karena narkoba, semua pasiennya laki- laki yang kita terima disini, karena kita tidak merawat pasien perempuan, dulu ada tahun 2015, satu pasien perempuan gangguan jiwa karena narkoba datang ke kita, namun tidak kita terima, karena memang tidak ada fasilitas di sini, tapi kalau gangguan jiwa karena penyakit lain tetap kita terima," ungkap Azizurrahman.***

Komentar

Loading...